Inspirasi Timur

 




LUWU - emerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), HM Nurdin Abdullah (NA) di rumah jabatan gubernur, Kota Makassar, Jumat 05 Februari 2021 siang.

Audiensi itu dalam rangka penyampaian sejumlah kegiatan, di antaranya, persiapan pelaksanaan hari jadi Belopa (HJB) sebagai Ibu Kota Kabupaten Luwu ke-15, yang diperingati tanggal 13 Februari setiap tahunnya.

Selain itu, dalam pertemuan dengan Gubernur, Pemkab Luwu yang dipimpin oleh Penjabat (PJ) Sekda Luwu, H Sulaiman didampingi Kepala Bappeda, Awwabin, juga menyampaikan proposal bantuan keuangan Provinsi Sulsel tahun anggaran 2021.

Kepala Bappeda, Awwabin menyampaikan, kunjungan mereka disambut baik oleh Gubernur Sulsel dan berharap peringatan HJB berjalan sukses meski dalam situasi pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur langsung menerima kami. Beliau menyampaikan keinginannya untuk hadir di puncak peringatan hari jadi Belopa nanti,” ujarnya.

Menurut Awwabin, Pemkab Luwu juga menyampaikan ke Gubernur Sulsel bahwa peringatan HJB tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana kebijakan Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, untuk meniadakan kegiatan hiburan yang berpotensi mengumpulkan massa.

“Rencana ini sangat didukung oleh Pak Gub, dan beliau sangat menghargai kebesaran hati Pak Bupati, Pemkab Luwu dan masyarakat Luwu pada umumnya, untuk bersabar dan tidak menggelar keramaian, seperti hiburan pada peringatan hari jadi Belopa tahun ini,” ujar Awwabin.

Satu kegiatan yang berbeda pada peringatan HJB tahun ini adalah dilaksanakannya sidang paripurna istimewa oleh DPRD Luwu yang dihadiri muspida.

“Ini pula kami laporkan dan kegiatan ini dilaksanakan dalam skala undangan terbatas dan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Mengenai proposal bantuan keuangan Provinsi Sulsel tahun anggaran 2021, Kepala Bappeda menyebutkan, Pemkab Luwu mengajukan sejumlah rencana pembangunan senilai Rp. 200 miliar.

Pj Sekda Luwu menjelaskan, dengan bantuan ini, diharapkan dapat menunjang perekonomian regional Provinsi Sulsel. Maka sangat dibutuhkan prioritas pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat membuka jalan.

Jalan ini dikhususkan mampu memberi manfaat dan efek yang positif bagi masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah tertinggal dan terpencil bahkan terisolir.

“Sehubungan dengan itu untuk mewujudkan tujuan yang dimaksud di atas, Pemkab Luwu mengajukan permohonan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kurang lebih Rp. 200 miliar,” sebutnya.

Adapun program yang akan dijalankan dengan pendanaan itu, yakni pelebaran dan perkerasan jalan ruas Rante Balla Beuma Bonglo, volume 33.18 Km x 12 M dengan nilai sebesar Rp. 65.539.998.000.

Selanjutnya, peningkatan jalan ruas Kadundung Pajang Rante Lajang Bone Posi, volume 20 Kmx5 M dengan nilai sebesar Rp. 50.000.000.000.

Pembangunan jembatan ruas pelabuhan Belopa TPI UIo-ulo, volume 160 M x 5 M, dengan nilai sebesar Rp. 77.307.844.000 dan pembangunan pasar rakyat Batusitanduk, Kecamatan Walenrang dengan nilai sebesar Rp. 7.000.000.000,- (*)

Post a Comment

Previous Post Next Post