Peduli Korban Bencana Puting Beliung Lamasi Timur, Pemuda Desa Se'pon Salurkan Bantuan

SPACE PANJANG

 






WALMAS - Sebagai wujud ikut meringankan beban serta kebutuhan para korban bencana angin puting beliung yang melanda tiga desa di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Pemuda Desa Se'pon dan Pemuda lingkungan Danta, Kecamatan Lamasi, dengan menyalurkan bantuan kepada para korban, Kamis (18/2/2021) kemarin.

Diketahui, kemarin Rabu (17/2), Mahasiswa KKN Universitas Cokroaminoto (Uncok) Palopo bekerjasama para pemuda Desa Se'pon dan Pemuda lingkungan Danta, Kecamatan Lamasi, dengan menerapkan disiplin prokes, melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban para korban.


Babinsa Desa Se'pon dan Kelurahan Lamasi, Serda Beni Sesean, mewakili pemuda, mengatakan, penyerahan bantuan logistik berupa bahan makanan dan juga uang tunai kepada korban yang terdampak bencana angin puting beliung yang terjadi pada Senin (15/2/2021) lalu.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Babinsa Desa Se'pon, didampingi Kepala Desa Se'pon, dan Mahasiswa KKN Uncok Palopo beserta para pemuda.

"Ini sebagai wujud kita berempati dan turut membantu meringankan kebutuhan mereka yang terdampak bencana angin puting beliung. Bantuan kita antarkan dan kita serahkan langsung kepada warga yang mengalami musibah," ungkap Beni Sesean, yang juga Ketua Pemuda Desa Se'pon.

Sementara itu, Kepala Desa Se'pon, Beny, SH, mengatakan, turut merasakan duka atas musibah atau bencana yang menimpa keluarga, saudara dan sahabat di beberapa desa di Kecamatan Lamasi Timur.

“Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan segera bangkit serra kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Beny.

Usai menyerahkan bantuan tersebut, Pemuda Desa Se'pon dengan Mahasiswa KKN Uncok Palopo, melanjutkan kegiatan dengan membantu para warga membersihkan sejumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat ditimpa pohon dan mengumpulkan puing-puing rumah warga yang rusak di Desa Salupao.

Sekadar diketahui, angin puting beliung yang menerjang tiga desa itu, mengakibatkan 90 unit rumah warga rusak nyaris rata dengan tanah. Diantaranya, di Desa Salupao 78 unit rumah terdampak, 26 unit kondisi rusak berat, 52 unit rumah kondisi rusak ringan, di Desa Bululondong 1 unit rumah kondisi rusak berat, 9 unit dalam kondisi rusak sedang dan Desa To Lemo terdapat 2 unit rumah terdampak dalam kondisi rusak ringan. (ben)

Previous Post Next Post