SPACE PANJANG

 






LUWU UTARA - Ditengah pandemi Covid-19 masih terdapat sebagian besar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bertahan akibat pandemi Corona Virus Desiase (Covid-19).

Salah satu usaha yang masih bertahan ditengah Pandemi Covid-19 salah satunya pembuat gula merah dari nira kelapa ini yang saat ini masih ditekuni masyarakat di Desa Bayuwangi, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan,.

Suriadi warga Desa Bayuwangi mengaku bahwa Pandemi Covid-19 tidak memberikan dampak pada usaha yang ia tekuni. 

"Di pandemi Covid-19 ini penjualan gula merah masih dalam kondisi stabil, lancar dan tidak ada pengaruh sama sekali, dalam sehari kita mampu memproduksi gula merah 20 hingga 25 Kg," kata Supriadi, Jumat, (11/12).

Supriadi menambahkan bahwa gula merah ini bersumber dari nira pohon kelapa yang kemudian dikumpulkan dan di masak hingga 4 jam.

"Dari nira pohon kelapa ini di rebus hingga menjadi gula merah, dalam setiap kita dua kali manjat ambil niranya untuk jadi gula merah," tambahnya.

Sementara itu, kepala Desa Bayuwangi Nurhadi mengungkapkan mayoritas warga Desa Bayuwangi pembuat gula merah dari aren pohon kelapa.

"Jadi sekitar 50 kepala rumah tangga yang membuat gula merah, mereka dapat memproduksi perharinya 20 hingga 25 kg, secara keseluruhan dapat menghasilkan gula merah hingga 1 ton perhari," ungkap Nurhadi

Nurhadi menyebut bahwa ditengah Pandemi Covid-19 sekarang ini permintaan gula merah masih stabil.

"Alhamdulillah, dalam keadaan pandemi Covid-19 saat ini masih stabil begitu pun harga gula. Hasil produksi gula merah tersebut di jual keluar wilayah, seperti Kota Pare-pare, Makassar, Toraja dan juga Kalimantan," sebut Nurhadi.

Ia berharap ditengah pandemi Covid-19 ini masyarakat tidak perlu panik dengan adanya Covid-19 aktifitas tetap jalan agar dapat meningkatkan taraf hidup.

"Kita berharap masyarakat dapat menjaga kesehatan agar tetap berjalan roda perekonomian khususnya Masyarakat Desa Bayuwangi," harapnya.

Previous Post Next Post