Inspirasi Timur

 


Kepala Kemenag Palopo Rusydi Hasyim

PALOPO - Empat orang anggota pengikut aliran agama yang diduga sesat, satu diantaranya adalah seorang mahasiswa perguruan tinggi Isam yakni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Sulaiman Palopo yang sedang menjalankan program Praktik Kerja Lapang (PKL) di SMP 8 Kota Palopo.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palopo, , Rusydi Hasyim, mengatakan mahasiswa IAIN tersebut dibimbing oleh guru Mata Pelajaran Matematika di SMP 8  bernama Hasna,  beberapa hari yang lalu Hasna mengundang mahasiswa yang sementara PKL untuk makam Kapurung di kediamannya dan ternyata sampainya di rumahnya, ia diprospek oleh sang suami yaitu Hasbi.

“Setelah beberapa kali ke rumahnya diprospek, mahasiswa tersebut di Bai'at dengan disaksikan oleh ketuanya  melalui model virtual dengan janji tiga point,” kata Rusydi.

Menurut Rusydi, aliran ini belum diketahui secara pasti, namun dalam perjanjiannya terdapat kata Mesias dari bahasa Yunani yang diartikan sama dengan Kristus.

“Yang jelas mengarah pada satu paham yang bertentangan dengan agama, jadi ini mahasiswa diarahkan pada satu paham yang bertentangan dengan agamanya atau sudah ada pengalihan, cumasampai saat inibelum diketahui aliran apa, tapi yang jelas si Hasbi ini kalau mau ditelurusi adalah alumni Fakultas Hukum yang pernah bergabung dengan aliran Alqiyadah  pimpinan Ahmad Moshaddeq alias Abdussalam yang kemudian bertransformasi menjadi Gafatar, setelah keluar dari Gafatar Hasbi diIslamkan kembali di Masjid Agung Palopo,” ucap Rusydi.

Berikut Point Baiat dalam bentuk surat piagam yang beredar di pesan Whats App :

Atas nama tuan semesta alam yang maha pengasih dan penyayang saya bersaksi

1. Bahwa tidak ada tuan yang saya patuhi kehendak dan perintah nya selain tuan semesta alam tuan yang maha esa

2. Bahwa mesias adalah saksi tuan semesta alam untuk menggenapi segala kehendak dan perintah hya bagi ummat manusia

3. Dibawa bimbingan saksi saksi tuan semesta alam saya sanggup berkorban harta dan diri saya dalam mewujudkan kehendak dan rencana tuan semesta alam yang akan menjadikan kehidupan damai sejahtera.

Sebelumnya diberitakan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, tengah mendalami aliran agama yang diduga sesat atau menyimpang dari kaidah. Aliran yang diduga menyimpan tersebut kini beredar di Kota Palopo sejak beberapa hari terakhir.

Kepala Kementerian Agama Kota Palopo, Rusydi Hasyim mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama sejumlah pihak membahas hal tersebut.

"Menyangkut soal ini yakni aliran agama yang diduga menyimpan, kami sudah merapatkan bersama sejumlah pihak pada Jumat (13/11/2020) kemarin, dan tengah didalami,” kata Rusydi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (14/11/2020).

Rusydi mengatakan, informasi tentang aliran yang diduga sesat tersebut diterima sejak Kamis (12/11/2020). Informasi tersebut didapat dari salah seorang guru di SMP 8 Kota Palopo bahwa ada yang mencoba menyebarkan paham-paham yang berbeda dengan apa yang dipahami selama ini.

“Makanya saya hubungi beberapa teman di Kesbang, Ketua MUI, lalu kami rapatkan kemarin, bersama Kementerian Agama yang membidangi masalah agama dan mengundang unsur terkait dan melaksanakan rapat, dari situ kami dengarkan keterangan dari semua pihak, bahkan kami mendapat keterangan dari seorang mahasiswa, termasuk pihak-pihak SMP 8,” ucap Rusydi.

Saat ini, menurut Rusydi, ada sejumlah pengikutnya antara lain mahasiswa perguruan tinggi Islam yang diduga mengikuti aliran tersebut.

“Ini baru 4 orang, satu orang  mahasiswa yang diduga ikut aliran tersebut, dan sementara didalami,” tutur Rusydi.

Previous Post Next Post