Begini Kondisi Korban yang Dicekoki Miras di Luwu Timur

SPACE PANJANG

 








LUWU TIMUR  - Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Luwu Timur, Sulawesi Selatan, telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus tindak pidana perlakuan penyalagunaan alkohol oleh dua pemuda terhadap anak dibawah umur di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada Sabtu ( 29/08/2020) lalu.
Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Eli Kendek mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP untuk melengkapi hasil pemeriksaan sementara. Olah TKP ini dilakukan dalam beberapa adegan, mulai dari saat si dua pelaku meminum miras hingga menuangkan kedalam gelas dan diminum oleh  sang bocah hingga mabuk.

”Lokasi kejadiannya memang agak sulit dilalui dengan kendaraan roda empat, hanya bisa pakai mobil jenis ranger 4x4 , makanya untuk kesana dibutuhkan waktu sejam lebih dari Polsek Towuti,” kata Eli, saat dikonfirmasi via whatsApp.

Eli mengatakan sehari setelah kejadian, pihak kepolisian juga memvisum bocah RB (3)  yang merupakan korban yang dicekoki minuman keras, visum dilakukan di RSUD I Lagaligo Wotu

”Kondisi bocah saat ini dalam kondisi yang sehat dan masih dalam pnangnan polisi. Untuk hasil visum blum dijemput, kemungkinan Senin (31/08/2020) hasilnya kami terima,” ucap Eli.


Orang Tua Korban dan Keluarga Pelaku Punya Hubungan Kerja

Pelaku yang cekoki bocah RB dengan minuman keras yakni FR dan RH, videonya viral di Media sosial. dua pemuda tersebut merupakan warga Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur memiliki peran berbeda. FR yang memberi minuman keras, sementara RH yang merekam menggunakan kamera ponsel. Usai merekam aksi tersebut, mereka kemudian mengunggah video itu ke salah satu grup di Facebook.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Eli Kendek mengatakan antara keluarga kedua pelaku dan orang tua korban memiliki hubungan kerja.

“Orang tua korban bernama Mertin punya hubungan kerja yakni Mertin bekerja sebagai tukang kebun atau karyawan kebun Merica milik nenek pelaku,” ujar Eli.

Eli mengatakan hubungan keduanya pasca kejadian ini berjalan baik, meski pihak kepolisian tetap melakukan pemeriksaan kasus ini.

“Bapak korban dengan ortu pelaku sampai saat ini baik-baik saja, mereka saling kunjungi dan tidak ada masalah,” tutur Eli.

Eli mengatakan penangkapan kedua pelaku bukan atas laporan orang tua namun atas viralnya video tersebut sehingga Kapolres Luwu Timur memerintahkan untuk melakukan penelusuran dan penangkapan.

“Setelah kami diperintahkan untuk melakukan pelacakan kami melakukan penelusuran dan menyelidiki dan akhirnya kami temukan pelakunya di rumahnya tanpa ada perlawanan,” jelas Eli.


Previous Post Next Post