Palopo Run 10K, Pertama Kali Digelar Diikuti 700 Peserta
INSPIRASI TIMUR INDONESIA





PALOPO – Lomba lari Palopo Run 10K yang digelar Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Palopo bersama Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang mengambil Star dan Finish di Lapangan Pancasila Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (22/12/2019) pagi  diikuti 700 peserta dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Palopo Run 10K Iqbal mengatakan ajang lomba lari ini merupakan gelaran pertama kali digelar yang menghadirkan runner dari sejumlah daerah baik itu se-Sulsel hingga dari berbagai provinsi.

“Runner yang hadir ini dari beberapa daerah yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan beberapa daerah lainnya. Tak terkecuali komunitas komunitas runner di Kabupaten se-Sulsel seperti Maros, Barru, Wajo dan Luwu Timur,” kata Iqbal saat dikonfirmasi.

Event ini mempertandingkan dua kategori yakni Kategori open nasional, putra dan putri serta kategori lokal Sulawesi Selatan, putra dan putri. Pendaftaran tersebut dilakukan secara online maupun offline untuk memudahkan calon peserta yang dari luar daerah.

"Alhamdulillah, terlaksana dengan baik meski masih ada yang perlu dibenahi namun akan jadi pelajaran pada event selanjutnya, untuk pelaksanaan kedepan kami sangat siap," ucap Iqbal.

“Diajang ini kami mengusung thema start learning Health with run, yang bermaksud mengajak seluruh masyarakat untuk memulai hidup sehat dengan olahraga lari,” tambah Iqbal.


Peserta Palopo Run 10K juga diikuti para pejabat pemerintah kota Palopo, pegawai BUMN dan swasta dengan berlari melintasi rute sepanjang 10 kilometer Kota Palopo yang dimulai  di Lapangan Pancasila menuju Jalan Andi Djemma Palopo, kemudian masuk ke jalan poros anggrek, kemudian melintasi lagaligo, menuju jalan salak, melintasi Jalan Tandi Pau, kemudian menuju jakan dr Ratulangi, jalan Andi Djemma, Jalan Andi Kambo, Nyiur, kemudian Binturu dan Finish di lapangan pancasila.

“Bukan sekedar hadiahnya dalam lomba ini tapi kesehatan yang utama, meski dengan usia kami yang segini tapi masih bisa berolah raga untuk kesehatan jantung,” ujar Farid Naki, salah seorang peserta.

Previous Post Next Post