Inspirasi Timur

 




PALOPO - Suasana peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Asshabiriin Lapas Palopo, berlangsung Khidmat, lantunan ayat suci Al-Qur'an dan Salawat nabi menggema hingga ajakan meneladani nabi Muhammad SAW terucap dari seorang penceramah di atas mimbar.

Sementara ratusan Napi dan tahanan serta pegawai Lapas konsentrasi mendengar latunan dan ajakan tersebut.

Warga binaan terlihat khusyuk dalam kegiatan itu. Tampak hadir, Kepala Lapas Klas IIA Palopo dan jajarannya serta Ketua dan pengurus DWP juga Kemenang Palopo.

Kepala Lapas Klas IIA Palopo, Indra Sofyan mengatakan, guna menjaga situasi kamtibmas di dalam Lapas Palopo sekaligus memperbaiki karakter narapidana dan tahanan, pihaknya melakukan pendekatan keagamaan kepada warga binaan.

"Mereka berlomba-lomba menghafal Al-Qur'an. Suasananya seperti pesantren. Bahkan, biasa kalau mereka capek menghafal, ada yang sampai tertidur di masjid," ujar kalapas.

"Alhamdulillah, sekarang sudah ada yang jadi hafiz," kata Indra.

Selain baca tulis Al-Qur'an, warga binaan juga dibina untuk memperbaiki ibadahnya. Selain memperbaiki salat, mereka juga aktif melaksanakan salat sunnah, seperti salat sunnah Dhuha.

Rutin melakukan pembinaan keagamaan hingga Lapas Palopo layaknya pesantren, polisi santri pun digandeng.

"Insya Allah, dibawah pimpinan Kapolres Palopo dengan polisi santrinya, pembinaan keagamaan kepada warga binaan akan jauh dari oahamt radikalisme," sebut Kalapas.

Selain merangkul polisi santri untuk rutin melakukan pembinaan, menurut Kalapas, hal lain yang bisa menghindarkan warga binaan dari paham radikal adalah memindahkan
napi kasus terorisme ke lapas lain.

"Dua orang napi teroris yang pernah dititip di Lapas Palopo telah dipindahkan. Jadi, untuk paham radikalisme dan terorisme, Insya Allah tidak ada. Apalagi kami bersama polisi santri," jelas Indra.
Previous Post Next Post