SPACE PANJANG

 




Timurinspirasi.com, PALOPO --- Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa  Aliansi Peduli Indonesia (API)  se-Kota Palopo dalam rangka menolak sejumlah RUU yang kontroversial juga didukung sejumlah pelajar SMK, Senin (30/09/2019).

Baca : Aksi Jilid Dua, Ini Tuntutanya

Disaat mahasiswa menyampaikan Apirasinya di depan gedung DPRD Kota Palopo, juga nampak barisan pelajar yang ikut berdemonstrasi bergabung dengan mahasiswa bahkan sempat menyampaikan orasinya.

Dalam orasinya, pelajar SMK hanya menyampaikan dukungannya terhadap mahasiswa yang berjuang menolak Undang-undang KPK, RKUHP dan Pembubaran BPJS Kesehatan.

“Kami datang disini membantu kakak-kakak mahasiswa. Kami datang meminta keadilan yang benar, bukan yang salah,” kata seorang pelajar SMK di atas kendaraan dengan menggunakan pengeras suara yang disambut teriakan.

Pantauan media  aksi dukungan pelajar kepada mahasiswa ini dilakukan oleh pelajar dari SMK Negeri 1 Palopo yang terlihat dengan menggunakan lambang sekolahnya, mereka bergabung sejak pukul 12.38 Wita.

Aksi mahasiswa ini sempat ricuh, di depan gedung DPRD Kota Palopo, aksi ricuh ini, mahasiswa memukul mundur petugas keamanan saat gas air mata yang ditembakkan berlawanan arah angin sehingga membuat petugas kewalahan. Mahasiswa pun terus melempari petugas dengan batu.

Dalam aksi ini, petugas mengamankan seorang pengunjuk rasa yang diduga provokator aksi.

Bentrokan terus memanas di Lapangan Pancasila,  petugas pun berhasil memukul mundur mahasiswa. Dalam kejadian ini, seorang polisi mengalami luka bagian mata akibat lemparan batu.
Korlap aksi Algazali mengatakan, unjuk rasa ini dilakukan untuk menolak Undang-undang KPK, Bubarkan BPJS Kesehatan, dan meminta Presiden RI mengevaluasi Kapolri serta Menkopolhukam.

“Kami meminta tolak Undang-undang KPK, tolak RKUHP dan bubarkan BPJS Kesehatan  dan kami meminta untuk mencopot Menkopulhukam, mencopot Kapolri dan mencopot Kapolda Sulsel karena dianggap tidak mampu menuntaskan kasus HAM,” katanya saat dikonfirmasi di lokasi.

Sebanyak 481 personel gabungan keamanan diturunkan untuk pengamanan unjuk rasa gabungan mahasiswa se-Kota Palopo, yang terdiri dari Brimob, TNI, dan personel kepolisian Polres Palopo, termasuk BKO dari Toraja, Luwu Utara, serta Polres Luwu.

"Ada 481 personil gabungan  yang kami turunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa hari ini," ungkap Kapolres Palopo AKBP Ardiansyah.
Previous Post Next Post