4 Mahasiswa di Palopo Jadi Korban Saat Aksi, 1 Terkena Tembakan

SPACE PANJANG

 




PALOPO – Aksi unjuk oleh Aliansi Mahasiswa Se-kota Palopo, Sulawesi Selatan, berlanjut hingga sore hari. pada aksi ini, mahasiswa dan aparat keamanan terlibat bentrok dari dalam gedung DPRD hingga di Lanpanagan Pancasila.

Mahasiswa Melempari petugas dengan Batu, sementara Aparat keamanan menyerang pendemo dengan gas air mata, korban dari kedua bela pihak pun tak terelakkan.

Muhammda Ilham, Kordinator Lanpangan (Korlap) dalam aksi ini kepda media menyebutkan bahwa 4  temanya menjadi korban dan salah-satunya terkena tembakan.

“Ada 4 orang mahasiswa yang menjadi korban, 3 yang mengalami luka bagian kepala, dan 1 orang yang luka lengan kena peluru. Kami belum ketahui apa penyebab dari rekan kami yang mengalami luka pecah pada bagian kepala,” katanya, saat dikonfirmasi.Selasa (24/09/2019)  Malam.

menurutnya, Aksi Demonstrasi yang digelar hari ini adalah menuntut pemerintah menolak revisi Undang-undang KPK dan Bubarkan BPJS Kesehatan.

“Revisi undang-undang KPK itu menjadi problem terhadap KPK itu sendiri karena kan melemahkan kinerjanya, dan terkait persoalan BPJS Kesehatan hari ini sudah tidak relevan lagi karena setiap tahunnya mengalami defisit dan kita semua tidak mau kedepan terus mengalami defisit karena itu bisa menjadi beban APBN,” ucapnya.

Sementara itu, Waka Polres Palopo, Kompol Ade Noho mengatakan bahwa mahasiswa yang korban sebanyak 1 orang kena kaca, dan 3 orang adalah aparat keamanan dari TNI dan Polisi.

“Kalau mahasiswa untuk sementara 1 orang kena kaca, sedangkan anggota keamanan ada 3 orang yang luka yakni 1 orang di pintu utama DPRD kena kaca juga dan ada beberapa yang kena lemparan termasuk anggota dari Kodim 1403 Sawerigading,” ujarnya.

Kata Kompol Ade Noho bahwa saat aksi mahasiswa berada di gedung DPRD situasi berubah, mahasiswa memaksa masuk, sementara pintu utama kantor DPRD tertutup, sehingga mereka dengan paksa merusak pintu kaca DPRD hingga rusak dan mengalami luka pada mahasiswa yang mendobrak pintu itu termasuk anggota Polisi.

“Dari situlah aparat keamanan harus mengambil tindakan segera mengeluarkan mereka dari kantor DPRD karena mau dengan paksa akan merusak sehingga anggota saya saya perintahkan dorong keluar kantor tentunya dengan protap atau prosedur yang dilakukan seperti peringatan, suruh mundur dan terkahir dengan gas air mata,” tuturnya.

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang berujung ricuh, mahasiswa membakar 1 unit kendaraan sepeda motor dan 1 unit mobil dinas Polisi dirusak.(*)

Previous Post Next Post