Inspirasi Timur

 



PALOPO  – Jamaah Masjid Jami kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (05/05/2019) tumpah ruah hingga ke ruas jalan dan trotoar untuk melaksanakan Salat Tarwih.

Antusias warga melaksanakan ibadah cukup antusias dengan memadati masjid sejak memasuki waktu Salat Isya,  yang dilanjutkan dengan Salat Tarawih dan salat sunnah lainnya atau dikenal salat malam.

Salah satu jamaah, Yusuf, mengatakan bahwa dirinya memilih Salat Tarawih di Masjid Jami Palopo karena masjid tersebut memiliki nilai sejarah.

“Di masjid inikan punya sejarah bahwa salah satu masjid tertua di Sulawesi, dan disini juga nyaman untuk beribadah walaupun di jalan,” kata Haerul saat ditemui usai melaksanakan Tarawih.

Menurut pengelola masjid, Abdul Latif mengatakan bahwa aktivitas beribadah dengan memadati masjid hingga ke ruas jalan sudah berlangsung lama setiap tahunnya.

“Memang ini sudah berlangsung lama kalau setiaptahun di bulan puasa jamaah tumpah hingga ke jalan dan itu berlangsung hingga akhir Ramadan,” ucap Abdul Latif.

Kata dia, Masjid Jami Kota Palopo dalam historynya dibangun pada tahun 1604 Masehi , pada masa Raja Luwu yang bernama Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe.

“Masjid ini memiliki luas 15 m² diberi nama Masjid Jami atau Masjid Tua, karena usianya yang sudah tua, dalam cerita bahwa Masjid ini dibangun dengan mengunakan batu cadas yang disusun membentuk batu persegi empat yang direkatkan dengan putih telur,” ujarnya.

Previous Post Next Post