PALOPO – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026) sore, kembali berujung ricuh.
Demonstrasi yang memasuki hari kedua tersebut diwarnai aksi saling kejar dan saling lempar antara massa mahasiswa dengan sejumlah orang yang berada di lingkungan kantor perusahaan daerah tersebut.Akibat insiden itu, tiga mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Jenderal Lapangan Aliansi Gerakan Mahasiswa Kota Palopo, Fadel, mengatakan aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi sehari sebelumnya yang juga diwarnai dugaan tindakan represif terhadap mahasiswa.
Menurut Fadel, mahasiswa kembali turun ke jalan karena belum mendapatkan respons yang dianggap memadai dari pihak Perumda Tirta Mangkaluku terkait tuntutan mereka.
"Kami datang kembali untuk menuntut evaluasi total sistem manajemen kerja dan kompensasi bagi masyarakat yang terdampak krisis air bersih. Namun, hari ini kami kembali mendapatkan tindakan yang kami nilai represif," kata Fadel.
Dalam aksi hari kedua ini, mahasiswa membawa dua tuntutan tambahan.
Pertama, mendesak pencopotan Direktur Perumda Tirta Mangkaluku karena dinilai tidak mampu menangani persoalan krisis air bersih yang terjadi di Kota Palopo.
Kedua, mendesak Polres Palopo segera menangkap pihak yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap mahasiswa pada demonstrasi sebelumnya.
"Kami mendesak agar Direktur PDAM dicopot karena dinilai tidak mampu menangani persoalan krisis air bersih. Kami juga mendesak Polres Palopo segera menangkap pihak yang diduga melakukan tindakan premanisme terhadap mahasiswa," ujarnya.
Fadel mengatakan pihaknya memberikan tenggat waktu 1 x 24 jam kepada kepolisian untuk menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan tersebut.
Dia juga mengungkapkan, dalam kericuhan hari kedua, mahasiswa mengaku mengalami tindakan kekerasan berupa pelemparan batu. Bahkan, menurut dia, terdapat orang yang memperlihatkan senjata tajam kepada massa aksi.
Terkait dugaan kekerasan pada demonstrasi sehari sebelumnya, Fadel menyebut pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Palopo.
Laporan itu, kata dia, disertai bukti hasil visum dan rekaman video yang disebut merekam peristiwa tersebut.
Sementara itu, tiga mahasiswa yang terluka dalam aksi Selasa sore telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak manajemen Perumda Tirta Mangkaluku terkait tudingan mahasiswa maupun kronologi kericuhan yang terjadi.
Konfirmasi dari Polres Palopo mengenai penanganan laporan dugaan kekerasan tersebut juga masih diperlukan.

No comments:
Post a Comment