Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Demo PDAM Palopo Berlanjut di Mapolres, Mahasiswa Desak Polisi Usut Dugaan Pengeroyokan

Tuesday, 3 November 2026 | November 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-03T17:14:00Z

PALOPO – Aksi demonstrasi Aliansi Gerakan Mahasiswa Kota Palopo, Sulawesi Selatan, berlanjut di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Palopo, Selasa (3/11/2026) sore.

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa membakar ban bekas di depan gerbang Mapolres Palopo. Sejumlah peserta aksi juga terlihat menyampaikan orasi dari atas pagar kantor kepolisian.


Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi mahasiswa sehari sebelumnya di Kantor Perumda Tirta Mangkaluku (PDAM) Kota Palopo yang berujung ricuh.


Jenderal Lapangan Aliansi Gerakan Mahasiswa Kota Palopo, Fadel, mengatakan, demonstrasi di Mapolres Palopo dilakukan untuk mendesak kepolisian mengusut dugaan kekerasan terhadap mahasiswa saat aksi di kantor PDAM.


“Aksi demonstrasi hari ini akibat daripada aksi yang kemarin. Ada rekan kami mahasiswa mendapatkan tindakan represif oleh oknum pegawai di PDAM Palopo,” kata Fadel saat dikonfirmasi, Selasa.


Fadel menegaskan, mahasiswa meminta kepolisian segera menangkap dan memproses hukum oknum pegawai PDAM yang diduga melakukan kekerasan terhadap peserta aksi.


“Kami menuntut dan mendesak pihak kepolisian Polres Palopo untuk segera menangkap dan memenjarakan pelaku tindakan premanisme terhadap mahasiswa aktivis yang kemarin,” ujarnya.


Bahkan, mahasiswa memberikan tenggat waktu 1 x 24 jam kepada kepolisian untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut.


“Kami mendesak kepada aparat kepolisian untuk kemudian melakukan penangkapan dan memenjarakan secepatnya dengan waktu 1 x 24 jam,” lanjutnya.


Menurut Fadel, dugaan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa terjadi sejak demonstrasi pada Senin (2/11/2026) hingga aksi lanjutan pada Selasa.


Dia mengklaim, mahasiswa mengalami pengeroyokan dan pelemparan batu. Selain itu, Fadel menyebut ada oknum yang diduga memperlihatkan senjata tajam kepada massa aksi.


“Mereka melakukan pengeroyokan yang dilakukan kemarin dan sampai hari ini melakukan pelemparan batu terhadap massa aksi. Dan sempat memperlihatkan kepada massa aksi bahwa mereka adalah premanisme yang membawa senjata tajam atau sajam,” ungkapnya.


Fadel juga menyebut, tiga mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat dugaan tindakan kekerasan tersebut.


“Hari ini ada sekitar tiga mahasiswa yang kemudian dilarikan ke rumah sakit akibat tindakan represif yang didapatkan oleh mahasiswa terhadap pihak oknum pegawai PDAM Kota Palopo,” tambahnya.


Empat Orang Diperiksa di Polres Palopo

Di tengah berlangsungnya demonstrasi, massa mahasiswa mendapat informasi bahwa sejumlah pegawai PDAM yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan telah diamankan di Mapolres Palopo.


Massa kemudian meminta pihak kepolisian memberikan kesempatan kepada perwakilan mahasiswa untuk melihat langsung orang-orang yang dimaksud.


Pihak Polres Palopo mengizinkan sejumlah perwakilan mahasiswa masuk dan melihat para terduga yang sedang menjalani proses pemeriksaan.


Berdasarkan pantauan di ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Palopo, sedikitnya empat orang yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap mahasiswa terlihat sedang menjalani pemeriksaan.


Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas, status hukum keempat orang tersebut maupun perkembangan penanganan dugaan kekerasan terhadap mahasiswa.


Aksi demonstrasi ini merupakan buntut dari persoalan krisis air bersih di Kota Palopo yang sebelumnya menjadi tuntutan mahasiswa saat menggelar unjuk rasa di Kantor Perumda Tirta Mangkaluku.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update