LUWU – Pemerintah Kecamatan Belopa merespons pemberitaan mengenai kondisi rumah Nirwana dan keluarganya di Lingkungan Batu Murrung, Desa Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dengan melakukan kunjungan langsung ke kediaman keluarga tersebut.
Kunjungan itu dilakukan untuk memverifikasi kondisi rumah sekaligus mengupayakan bantuan melalui koordinasi dengan sejumlah instansi dan pihak terkait.
Camat Belopa, Latif Muhammad Abduh, mengatakan, pihaknya segera mengambil langkah setelah menerima informasi mengenai kondisi rumah Nirwana yang dinilai memprihatinkan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada insan pers yang telah memberikan gambaran mengenai kondisi rumah Ibu Nirwana dan keluarganya. Kondisi rumahnya memang cukup memprihatinkan,” kata Latif, Kamis (8/10/2026).
Latif menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) bersama staf untuk melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi rumah tersebut.
Selain itu, keluarga Nirwana diminta melengkapi dokumen administrasi, seperti kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), serta data pendukung lainnya untuk keperluan pengajuan bantuan.
Koordinasikan Bantuan Bedah Rumah
Setelah verifikasi lapangan, Pemerintah Kecamatan Belopa menindaklanjuti kondisi rumah Nirwana dengan berkoordinasi bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Luwu.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengupayakan intervensi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sesuai ketentuan yang berlaku.
Latif mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan surat resmi untuk disampaikan kepada instansi teknis terkait.
“Kami menindaklanjuti hasil verifikasi dengan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Luwu selaku organisasi perangkat daerah teknis untuk mendapatkan intervensi melalui program RTLH sesuai ketentuan. Surat resmi juga telah kami buat dan sesegera mungkin kami sampaikan,” ujarnya.
Selain mengupayakan bantuan melalui pemerintah daerah, pihak kecamatan berkoordinasi dengan PLN Cabang Belopa untuk melihat kemungkinan dukungan sosial.
Pihaknya juga mencoba menghubungi mitra dari pihak ketiga guna membuka peluang bantuan stimulan bagi keluarga Nirwana.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mencarikan solusi atas kondisi rumah yang mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding.
Nirwana Tercatat sebagai Penerima Bansos
Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Belopa juga menelusuri informasi mengenai bantuan sosial yang selama ini diterima keluarga Nirwana.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) Kementerian Sosial yang dirujuk pihak kecamatan, Nirwana tercatat sebagai penerima bantuan sosial pada kelompok desil 3, dengan total bantuan sebesar Rp 3,6 juta.
Latif merinci, bantuan tersebut terdiri dari bantuan sembako senilai Rp 1,8 juta dan Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp 1,8 juta. Nirwana juga tercatat aktif sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN).
Untuk periode Juli-September 2026, bantuan PKH yang tercatat sebesar Rp 600.000 dengan status telah bertransaksi. Sementara bantuan sembako pada periode yang sama tercatat sebesar Rp 600.000 dengan status sukses atau telah dilakukan pengisian saldo (top up).
“Ibu Nirwana dan keluarga mendapatkan perhatian dari pemerintah, di antaranya menerima bantuan sembako senilai Rp 1,8 juta, PKH senilai Rp 1,8 juta, serta tercatat aktif sebagai peserta PBI-JKN,” kata Latif.
Meski demikian, bantuan sosial yang telah diterima keluarga tersebut tidak menghilangkan kebutuhan untuk menindaklanjuti kondisi rumah mereka yang rusak.
Karena itu, pemerintah kecamatan berupaya menghubungkan kebutuhan perbaikan rumah dengan program dan bantuan yang dapat diakses sesuai persyaratan.
Camat Belopa: Pemberitaan Jadi Momentum Mencari Solusi
Latif juga menanggapi pemberitaan yang mengangkat kondisi keluarga Nirwana sebagai gambaran kemiskinan di Kabupaten Luwu, termasuk kaitannya dengan tagline pembangunan daerah, “Bangkit Lebih Cepat”.
Menurut dia, persoalan kemiskinan perlu dilihat secara menyeluruh karena dipengaruhi berbagai faktor dan tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu periode kepemimpinan.
Ia mengatakan, visi dan misi pembangunan merupakan cita-cita yang ingin dicapai pemerintah daerah, termasuk di bawah kepemimpinan Bupati Luwu H. Patahudding dan Wakil Bupati Muhammad Dhevy Bijak Pawindu.
“Saya kira dalam pemberitaan kita tidak boleh tendensius dan memberi opini negatif yang menghubungkan soal kemiskinan dengan tagline pembangunan pemerintah daerah,” ujarnya.
Latif menambahkan, persoalan kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang terbentuk dari berbagai faktor, termasuk persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia menyebut, Bupati Luwu selalu mengingatkan para camat, lurah, dan kepala desa agar tanggap terhadap kondisi masyarakat serta segera mengambil langkah sesuai kewenangan dan program yang tersedia.
Menurut Latif, pemberitaan mengenai kesulitan yang dialami masyarakat seharusnya juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat pengecekan lapangan, memperkuat koordinasi, dan mencari jalan keluar.
“Prinsip kami, ketika ada persoalan masyarakat yang muncul, jangan menunggu. Kita cek, kita koordinasikan dan kita tindak lanjuti sesuai kewenangan. Pemerintah harus hadir dan memastikan setiap informasi yang menyangkut kebutuhan masyarakat mendapatkan respons,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Belopa kini berupaya menindaklanjuti kondisi rumah Nirwana melalui koordinasi lintas instansi dan penjajakan dukungan sosial. Adapun realisasi bantuan perbaikan rumah masih bergantung pada hasil verifikasi, persyaratan program, dan tindak lanjut instansi terkait.


No comments:
Post a Comment