Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Ratusan Siswa SMAN 4 Luwu Timur Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bazar

Monday, 5 October 2026 | October 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-05T15:07:05Z

LUWU TIMUR – Ratusan siswa SMAN 4 Luwu Timur di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan makanan, Senin (5/10/2026).

Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan tersebut mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Mangkutana, Puskesmas Tomoni, Puskesmas Tomoni Timur, hingga RSUD I Lagaligo.


Para siswa mengeluhkan sejumlah gejala, di antaranya mual, pusing, hingga ada yang dilaporkan pingsan.


Salah seorang siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Tomoni mengatakan, makanan yang diduga menyebabkan keracunan berasal dari kegiatan bazar yang digelar siswa.


"Ada 150 kotak makanan yang dibagikan, dan semua keracunan," ujar siswa tersebut saat ditemui di Puskesmas Tomoni.


Kepala SMAN 4 Luwu Timur, Adam, membenarkan adanya kejadian tersebut.


Menurut Adam, makanan dalam kegiatan bazar tersebut dibuat oleh siswa di luar lingkungan sekolah, tepatnya di salah satu rumah warga di Desa Margolembo.


Makanan tersebut kemudian dibawa dan dibagikan kepada siswa di sekolah.


"Makanan bazar dibuat di luar sekolah, mereka jual ke siswa di sekolah," kata Adam.


Adam mengatakan, kegiatan bazar tersebut dilakukan oleh siswa tanpa koordinasi dengan pihak sekolah.


Setelah mengonsumsi makanan, sejumlah siswa kemudian mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis.


85 Siswa dan 3 Guru Dirawat


Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengatakan, berdasarkan data sementara pemerintah daerah, terdapat sekitar 85 siswa dan tiga guru yang mengalami dugaan keracunan.


"Kurang lebih 85 anak-anak kami berkumpul dengan tiga orang guru mengalami keracunan," kata Irwan.


Menurut Irwan, kejadian tersebut bermula saat siswa SMAN 4 Mangkutana melaksanakan kegiatan bazar sekolah.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyediakan makanan untuk dikonsumsi bersama.


Namun, setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan.


"Anak-anak kita menyediakan makanan. Begitu disediakan makanan kepada seluruh anak-anak sekolah yang mengikuti pasar, ternyata makanan yang dinikmati mengalami sedikit kelalaian," ujar Irwan.


Para siswa kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.


Irwan menyebut sekitar 60 orang mendapat perawatan di Puskesmas Mangkutana. Sementara siswa lainnya ditangani di Puskesmas Tomoni, Puskesmas Tomoni Timur, serta sebagian dirujuk ke RSUD I Lagaligo.


"Dan kami berharap seluruh anak-anak kami dan guru yang saat ini mengalami keracunan ditangani dengan baik," katanya.


Irwan menambahkan, kondisi para siswa dan guru yang menjalani perawatan secara bertahap mulai membaik.


Pemerintah daerah bersama tenaga medis dan kepolisian masih melakukan penanganan terhadap para siswa dan guru yang mengalami dugaan keracunan.


"Saat ini dari waktu ke waktu mengalami perbaikan kondisi. Alhamdulillah, semua tenaga medis yang ada di sini termasuk dari kepolisian membantu bagaimana supaya anak-anak kami dan gurunya bisa segera pulih," ujar Irwan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update