Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

PT BMS Kerahkan Armada Damkar Bantu Padamkan Kebakaran Eks Pabrik Kayu Lapis di Bua

Thursday, 22 October 2026 | October 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-22T03:34:06Z

LUWU – PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) mengerahkan armada pemadam kebakaran dan personel untuk membantu penanganan kebakaran yang melanda kawasan bekas pabrik kayu lapis di Desa Barowa, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (21/10/2026) malam.

Kebakaran menghanguskan area pembuangan limbah kayu seluas belasan hektare. Tiupan angin dari arah laut membuat api cepat merembet dan menyulitkan proses pemadaman, ditambah kepulan asap tebal dari material kayu yang terbakar.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu, Kota Palopo, serta tim pemadam kebakaran PT BMS diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area sekitarnya.


Supervisor K3 PT BMS, Filham, mengatakan pengerahan armada dan personel merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam membantu mempercepat penanganan kebakaran di area bekas pabrik kayu lapis.


“Kami menurunkan armada dan personel untuk terlibat dalam memadamkan api di lokasi kebakaran bekas pabrik kayu lapis,” kata Filham, Rabu malam.


Filham menjelaskan, sebelum membantu penanganan kebakaran di Desa Barowa, armada pemadam PT BMS telah dikerahkan untuk menangani kebakaran di wilayah Desa Lengkong dan Puty. Setelah itu, personel dan peralatan kembali digerakkan menuju lokasi kebakaran bekas pabrik kayu lapis.


Dalam operasi tersebut, PT BMS menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil suplai air, serta satu unit mobil tangki air (water tank) berkapasitas 20.000 liter.


Dukungan armada dan suplai air tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman oleh tim gabungan, terutama dalam menghadapi material limbah kayu yang terbakar dan membutuhkan penanganan intensif.


Koordinator tim gabungan pemadam kebakaran sekaligus Supervisor Emergency Response Team PT BMS, Sarbini Haris, mengatakan kebakaran diketahui terjadi sejak sekitar pukul 13.00 Wita. Petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima informasi kejadian.


“Sesuai informasi yang kami terima, kebakaran ini terjadi sejak pukul 13.00 Wita. Tim damkar langsung melakukan penanganan, tetapi terkendala tiupan angin pada siang hari dari arah laut,” kata Sarbini saat dikonfirmasi di lokasi, Rabu.


Menurut Sarbini, hingga Rabu malam, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. Sedikitnya empat titik masih memerlukan penanganan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.


Meski demikian, tim memastikan pergerakan api sudah dapat dikendalikan setelah dilakukan upaya isolasi pada bagian-bagian tertentu untuk mencegah penjalaran ke area lain.


“Untuk penjalaran api sudah bisa kita pastikan dapat dikuasai. Sekarang tinggal proses pemadaman secara bertahap,” ujarnya.


Sarbini menjelaskan, proses pemadaman diperkirakan masih membutuhkan waktu cukup lama karena material yang terbakar merupakan limbah kayu. Material tersebut berpotensi menyimpan bara di bagian dalam sehingga memerlukan penyiraman dan pendinginan secara berulang.


Selain angin kencang dari arah laut, kepulan asap tebal juga menjadi tantangan bagi petugas selama proses pemadaman berlangsung.


Dengan api yang telah berhasil dikendalikan agar tidak terus menjalar, tim gabungan kini berfokus menuntaskan pemadaman di titik-titik yang masih terbakar sekaligus melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali kobaran api.


Keterlibatan PT BMS dalam operasi tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya penanganan kondisi darurat di wilayah sekitar operasionalnya. Sinergi antara tim pemadam perusahaan dan instansi terkait diharapkan membantu mempercepat penanganan kebakaran serta mengurangi risiko dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update