BITUNG – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat upaya pelestarian burung Sampiri atau Nuri Talaud (Eos histrio talautensis), satwa endemik yang menjadi bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati Sulawesi Utara.
Melalui Integrated Terminal (IT) Bitung, Pertamina menjalankan program konservasi dengan mengedepankan edukasi lingkungan melalui Storylab for Sampiri serta program breeding atau pengembangbiakan untuk mendukung keberlangsungan populasi burung tersebut.
Kedua program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian satwa endemik sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui Storylab for Sampiri, Pertamina menghadirkan pendekatan edukasi berbasis cerita untuk memperkenalkan burung Sampiri kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya konservasi satwa dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Dengan demikian, kepedulian terhadap kelestarian keanekaragaman hayati dapat ditanamkan sejak dini.
Selain edukasi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga mengembangkan program breeding sebagai salah satu langkah mendukung pelestarian burung Sampiri.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya konservasi yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, komunitas pemerhati lingkungan, hingga pemangku kepentingan terkait.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pelestarian keanekaragaman hayati membutuhkan keterlibatan bersama agar dapat memberikan dampak berkelanjutan.
"Melalui program konservasi Sampiri ini, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan peduli terhadap satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Sulawesi Utara. Edukasi melalui Storylab for Sampiri dan penguatan upaya konservasi melalui program breeding merupakan langkah yang saling melengkapi," ujar Lilik dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Dia berharap inisiatif tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat sekaligus mendukung kelestarian burung Sampiri bagi generasi mendatang.
Menurut Lilik, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan tidak hanya berorientasi pada manfaat bagi masyarakat, tetapi juga harus berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Karena itu, kolaborasi dengan komunitas lokal dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap konservasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Jaga Keseimbangan Ekosistem
Pelestarian burung Sampiri juga memiliki nilai ekologis karena satwa berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Salah satu peran burung dalam ekosistem adalah membantu penyebaran biji melalui aktivitas makannya. Proses tersebut turut mendukung regenerasi tumbuhan dan keberlangsungan vegetasi di habitat alaminya.
Oleh karena itu, upaya konservasi burung Sampiri perlu diiringi dengan perlindungan habitat serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Melalui program konservasi di IT Bitung, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Program tersebut berkaitan dengan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, khususnya perlindungan satwa dan keanekaragaman hayati.
Selain itu, kegiatan edukasi melalui Storylab for Sampiri sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan.
Sementara itu, kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan pemangku kepentingan mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus mendorong program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian alam.
Melalui konservasi burung Sampiri, perusahaan berharap upaya menjaga kekayaan hayati lokal dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

No comments:
Post a Comment