Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Kebakaran Rumah di Toraja Utara, Dua Lansia Kakak Beradik Tewas Terjebak

Sunday, 18 October 2026 | October 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T15:31:34Z

TORAJA UTARA – Kebakaran rumah di Dusun Buntu Se’pon, Lembang Sikuku, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10/2026), menewaskan dua perempuan lanjut usia yang merupakan kakak beradik.

Kedua korban, Yohana Somba (80) dan Dina Mombo (78), ditemukan meninggal dunia setelah api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Toraja Utara. Keduanya diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena sedang sakit dan mengalami keterbatasan gerak.


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Toraja Utara, Rianto Yusuf, Kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Ditemukan dua korban kebakaran, keduanya merupakan penghuni rumah yang terbakar.


Saat kejadian, seorang anggota keluarga yang tinggal bersama mereka sedang pergi ke kebun.


“Yang menjadi korban adalah penghuni rumah, kakak beradik perempuan. Yang satunya kebetulan anak dari korban itu sedang keluar,” kata Rianto saat dikonfirmasi, Minggu.


Menurut Rianto, berdasarkan informasi dari keluarga dan warga di sekitar lokasi, kedua korban sudah lanjut usia dan mengalami kelumpuhan sehingga sulit menyelamatkan diri saat api membesar.


“Memang sudah lansia, sudah tidak bisa bergerak. Menurut informasi dari keluarga yang ada di sekitar tempat kejadian, mereka memang sudah lumpuh. Jadi, tidak sempat menyelamatkan diri,” ucapnya.


Rianto menambahkan, saat ditemukan, kondisi kedua korban sudah tidak dapat diselamatkan. Jenazah mereka kemudian dievakuasi setelah petugas menyelesaikan proses pemadaman.


Sementara itu, Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting.


“Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, penyebabnya diduga karena korsleting. Api cepat membesar karena rumah panggung berbahan kayu dan mudah terbakar,” ujar Yoseph.


Yoseph menjelaskan, kedua korban tinggal bersama seorang anggota keluarga bernama Papa Sonda. Sekitar pukul 05.00 Wita, Papa Sonda meninggalkan rumah untuk pergi ke kebun.


Tidak lama setelah berada di luar rumah, Papa Sonda melihat kepulan asap. Ia kemudian kembali ke rumah dan mendapati api sudah membesar.


“Sekitar pukul 05.00 Wita, anaknya itu pergi ke kebun. Tidak lama kemudian dia melihat kepulan asap dan langsung pulang. Dia melihat api sudah besar dan langsung teriak minta tolong,” ungkap Yoseph.


Setelah kejadian tersebut, jenazah kedua korban disemayamkan di rumah keluarga yang lokasinya tidak jauh dari tempat kebakaran. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update