TORAJA UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, meluas hingga ke situs kuburan batu khas masyarakat Toraja yang dikenal dengan sebutan liang.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah liang terdampak. Warga berupaya menyelamatkan jasad yang berada di dalam liang agar tidak ikut terbakar. Namun, sebagian jasad lainnya dilaporkan terbakar karena tidak sempat dievakuasi.Kepala Seksi Pembinaan dan Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Toraja Utara, Asran Mantong, mengatakan, sekitar 20 jasad berhasil diangkat dari dalam liang oleh masyarakat saat kebakaran berlangsung.
“Yang terdampak di atas lahan masyarakat, patane dan liang-liang. Ada pun jasad sempat diangkat dari dalam oleh masyarakat. Mungkin ada 20 jasad yang diangkat dari dalam,” kata Asran.
Menurut Asran, proses pemadaman kebakaran menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju lokasi kuburan tua atau liang.
Medan menuju lokasi tersebut terjal dan dipenuhi bebatuan. Kondisi ini menyulitkan petugas ketika berupaya menyemprotkan air ke arah titik api yang berada di bagian atas perbukitan.
“Yang pertama, soal air. Dan yang kedua, mengenai akses masuk di dalam kuburan tua atau liang. Sangat terjal di atas dan banyak batu yang berjatuhan sementara kami melakukan penyemprotan ke atas,” ujarnya.
Petugas Damkarmat Toraja Utara bersama personel Manggala Agni dan warga berjibaku memadamkan api. Namun, keterbatasan akses membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal sejak awal.
Selain membakar vegetasi di kawasan perbukitan, kebakaran juga berdampak pada situs pemakaman tradisional masyarakat Toraja. Sejumlah jasad dilaporkan ikut terbakar karena tidak sempat dievakuasi.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan warga kepada Polres Toraja Utara. Penyebab kebakaran masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

No comments:
Post a Comment