Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Resah Tawuran Antarpemuda, Warga Blokade Jembatan Gantung Pammesakang-Raja di Luwu

Saturday, 24 October 2026 | October 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-24T13:50:44Z

LUWU – Resah akibat tawuran antarpemuda yang berulang kali terjadi, warga memblokade akses jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pammesakang dan Desa Raja, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Penutupan jembatan tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan warga terhadap konflik antarpemuda dari kedua desa yang dinilai mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, jembatan gantung itu diduga kerap menjadi lokasi tawuran antarpemuda dari Desa Pammesakang dan Desa Raja. Aksi tersebut bahkan disebut berdampak langsung terhadap warga yang bermukim di sekitar lokasi.


Saat tawuran berlangsung, rumah-rumah penduduk dilaporkan kerap menjadi sasaran lemparan batu. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.


Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir konflik serupa kembali terjadi dan menimbulkan dampak yang lebih serius.


Salah seorang warga mengatakan, akses jembatan gantung tersebut telah diblokade selama dua hari hingga Sabtu (24/10/2026).


“Sudah dua hari jembatan gantung tersebut diblokade,” ujar salah seorang warga, Sabtu.


Jembatan gantung itu merupakan akses penghubung terdekat bagi masyarakat dari kedua desa. Penutupan akses tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah setempat dan aparat keamanan untuk segera menyelesaikan persoalan yang terjadi.


Warga berharap pemerintah desa bersama pihak kepolisian segera turun tangan memediasi kedua belah pihak. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghentikan konflik antarpemuda sekaligus mencegah terjadinya kerusakan rumah maupun dampak lain yang merugikan masyarakat.


Selain mediasi, warga juga mengharapkan adanya langkah konkret untuk menjaga keamanan di sekitar jembatan, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa dihantui kekhawatiran akan terjadinya tawuran.


Penyelesaian secara damai diharapkan dapat memulihkan hubungan antarpemuda dari kedua desa serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.


Sementara itu, Kepala Desa Pammesakang yang dikonfirmasi awak media belum memberikan tanggapan terkait pemblokadean jembatan gantung tersebut.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update