Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Hadapi Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Luwu Shalat Istisqa di Belopa

Tuesday, 20 October 2026 | October 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-20T03:37:47Z

LUWU – Bupati Luwu H. Patahudding bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Luwu dan masyarakat menggelar Shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau berkepanjangan.

Shalat Istisqa berjamaah tersebut berlangsung di tribun Lapangan Andi Djemma, Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (20/10/2026) pagi.


Pelaksanaan shalat berlangsung khusyuk. Bupati Patahudding bersama para jamaah menunaikan dua rakaat Shalat Istisqa yang dipimpin Imam Masjid Agung Belopa, Ustaz Khaerul Sumar Al-Hafidz. Mereka kemudian mengikuti doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Luwu terlihat mengangkat kedua telapak tangannya saat berdoa. Para jamaah juga mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan, berharap kemarau yang berlangsung cukup lama segera berakhir.


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Syahruddin Gaffar memandu pelaksanaan kegiatan tersebut.


Khatib ajak masyarakat menyadari keterbatasan manusia

Khatib Shalat Istisqa, Ustaz Masdin Udu, Lc., M.H., dalam khutbahnya mengajak jamaah menyadari keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT, terutama ketika menghadapi kondisi alam yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air.


Ia mengatakan, Shalat Istisqa bukan sekadar kegiatan berkumpul atau menunjukkan jumlah jamaah, melainkan bentuk pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan dan rahmat Allah SWT.


"Hari ini kita datang ke tempat ini dalam suasana berbeda. Kita tidak datang untuk bergembira, kita datang bukan untuk menunjukkan banyaknya jumlah jamaah. Kita tidak datang membawa kekuatan kita, melainkan kita datang membawa kelemahan, kita datang membawa kebutuhan, kita datang membawa dosa-dosa kita," kata Masdin dalam khutbahnya.


Ia melanjutkan, manusia tidak memiliki kuasa untuk mendatangkan hujan, menciptakan awan, ataupun mengatur angin tanpa kehendak Allah SWT.


"Kita datang sebagai hamba yang tidak memiliki hujan, tidak memiliki awan, tidak memiliki angin, bahkan tidak memiliki satu tetes pun air, kecuali apa yang Allah anugerahkan kepada kita," ujarnya.


Menurut Masdin, berkurangnya curah hujan yang dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Luwu, berdampak pada ketersediaan air bagi manusia, hewan, dan tanaman.


Ia menggambarkan kondisi bumi yang mengering, sumber air yang berkurang, serta tanaman yang membutuhkan hujan untuk dapat tumbuh dengan baik.


Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan Shalat Istisqa sebagai momentum untuk berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.


"Hari ini kita datang untuk mengadu, bukan kepada manusia, bukan kepada awan, bukan kepada musim, tetapi kepada Rabb yang memiliki langit dan bumi," kata Masdin.


Ingatkan pentingnya air bagi kehidupan

Dalam khutbahnya, Masdin juga mengutip pertanyaan dalam Al Quran Surah Al-Mulk ayat 30 tentang siapa yang dapat mendatangkan air mengalir apabila air tersebut hilang ke dalam bumi.


Menurut dia, ayat tersebut menjadi pengingat bagi manusia mengenai pentingnya air dan keterbatasan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup ketika sumber air berkurang.


Pada akhir khutbah, Masdin memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan keberlangsungan kehidupan.


"Ya Allah, Engkaulah Allah. Tidak ada sembahan yang benar selain Engkau. Engkaulah Yang Maha Kaya dan kamilah orang-orang yang fakir. Turunkanlah kepada kami hujan dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan itu sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai suatu masa. Ya Allah, tolonglah kami dengan hujan," ucapnya.


Ia juga memohon agar Allah SWT memberikan rahmat kepada masyarakat, keluarga, para petani, serta warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.


"Ya Allah, rahmati kota kami, rahmati negeri kami, rahmati keluarga kami, rahmati orang-orang lemah di antara kami, rahmati para petani kami, rahmati mereka yang kesulitan mendapatkan air serta rahmati seluruh hamba-Mu," kata Masdin.


Melalui Shalat Istisqa tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Luwu berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air dapat kembali terpenuhi dan aktivitas warga yang terdampak kemarau dapat berjalan lebih baik.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update