LUWU – Keluhan warga terkait debu yang muncul akibat aktivitas pengerjaan galian kabel listrik di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mulai mendapat penanganan.
Sebanyak tiga armada kini dikerahkan secara rutin untuk menyiram ruas jalan yang dilalui kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.
Penyiraman dilakukan hingga 10 kali dalam sehari untuk mengurangi debu yang beterbangan, terutama ketika intensitas kendaraan yang melintas meningkat.
Dua armada milik warga dan satu armada dari PLN secara bergantian menyiram jalan agar permukaan tetap basah selama aktivitas pekerjaan berlangsung.
Langkah tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sehari-hari beraktivitas maupun tinggal di sekitar lokasi.
Debu yang sebelumnya mudah beterbangan setiap kali kendaraan melintas kini dinilai relatif berkurang.
Salah seorang petani, Hasba (55), mengaku cukup terbantu dengan penyiraman yang dilakukan secara rutin.
“Alhamdulillah, sekarang dua armada milik warga sudah difungsikan untuk penyiraman. Satu armada dari PLN juga ikut melakukan penyiraman,” ujar Hasba, Jumat (4/9/2026).
Menurut Hasba, upaya pengendalian debu tersebut penting karena aktivitas kendaraan dan pekerjaan galian masih terus berlangsung.
Setiap armada disebut mampu membawa sekitar 900 liter air dalam sekali penyiraman.
Dengan frekuensi hingga 10 kali sehari, volume air yang digunakan cukup besar. Penyiraman menjadi salah satu langkah utama untuk menjaga debu tidak kembali beterbangan ke permukiman dan area aktivitas warga.
Warga Minta Penyiraman Konsisten
Meski mengapresiasi penanganan yang dilakukan, warga berharap penyiraman tidak hanya dilakukan sementara.
Mereka meminta pengendalian debu tetap dilakukan secara konsisten hingga seluruh pekerjaan galian kabel selesai.
“Yang jelas kami berharap bukan hanya sampai di sini. Kendaraan tetap boleh beraktivitas, pekerjaan juga tetap berjalan, tetapi masalah debu harus benar-benar dijaga,” kata Hasba.
Menurut dia, pengendalian debu berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan.
“Ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan semua warga, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi,” lanjutnya.
Armada Warga Ikut Diberdayakan
Kepala Desa Saronda, Abdul Azis, mengatakan keterlibatan armada milik warga dalam penyiraman jalan sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekitar.
Menurut dia, pembangunan jaringan kabel PLN tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dapat membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam pekerjaan yang muncul selama proyek berlangsung.
“Yang kami fungsikan untuk penyiraman jalan adalah warga. Ini sekaligus untuk memberdayakan masyarakat,” ujar Abdul Azis.
Ia mengatakan sejumlah warga telah dilibatkan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan aktivitas PLN.
Bahkan, beberapa pekerjaan lainnya telah dibicarakan untuk melibatkan tenaga lokal, termasuk perbaikan drainase dan fasilitas umum yang terdampak aktivitas pekerjaan.
“Beberapa kegiatan PLN, termasuk tenaga kerja, sudah melibatkan warga. Ke depan juga ada beberapa kegiatan yang telah kami sepakati, seperti perbaikan drainase dan fasilitas umum masyarakat yang mengalami kerusakan akan diperbaiki kembali,” jelasnya.
Warga Ikut Menjaga Kenyamanan
Haikal, salah seorang warga yang terlibat dalam penyiraman jalan, mengatakan pekerjaan tersebut bukan semata-mata untuk mendapatkan penghasilan.
Ia menganggap keterlibatannya dalam penyiraman juga menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
“Yang penting pekerjaan tetap jalan, tetapi debunya juga harus dijaga. Kami tentu ingin warga tetap nyaman dan tidak terus-menerus menghirup debu,” ujarnya.
Bagi masyarakat, pembangunan infrastruktur dan perlindungan terhadap lingkungan sekitar diharapkan dapat berjalan beriringan.
Aktivitas pembangunan tetap berjalan, namun dampak yang ditimbulkan terhadap warga, khususnya debu, perlu terus dikendalikan hingga pekerjaan selesai.
Warga pun berharap penyiraman jalan dan langkah pengendalian debu lainnya tetap dilakukan secara konsisten selama aktivitas galian kabel berlangsung.

No comments:
Post a Comment