Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Dampak Kekeringan, 3.048 Hektare Sawah di Luwu Kekurangan Air

Tuesday, 8 September 2026 | September 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T16:28:09Z

LUWU – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ribuan hektare lahan persawahan kini terancam kekurangan air.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, sebanyak 3.048,88 hektare sawah terancam mengalami kekeringan. Dari jumlah tersebut, sekitar 109,88 hektare telah terdampak cukup berat.


Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Luwu, Nasrawati, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan dan pemantauan kondisi lahan di sejumlah wilayah.


“Ada tiga ribu lebih hektare sawah terancam kekeringan,” kata Nasrawati, Senin (7/9/2026).


323 Hektare Sawah di Belopa Terancam Kekeringan


Salah satu wilayah yang cukup banyak mengalami ancaman kekeringan berada di Kecamatan Belopa.


Dinas Pertanian Luwu mencatat sekitar 323 hektare sawah di Kecamatan Belopa terancam kekeringan.


Lahan tersebut tersebar di sejumlah desa dan kelurahan dengan luasan berbeda.


Di Desa Senga Selatan, misalnya, terdapat sekitar 87,80 hektare sawah yang terancam kekeringan. Kemudian Desa Balubu sekitar 103,2 hektare, Kurrusumanga 55 hektare, Balo-Balo 54 hektare, Senga 5 hektare, serta Tampumia Radda sekitar 30 hektare.


Kondisi tersebut mulai dirasakan petani. Mereka kesulitan memperoleh air untuk mengairi tanaman padi karena sejumlah sumber air mulai berkurang.


Salah seorang petani, Rahmat, mengatakan kondisi kekurangan air semakin terasa setelah kemarau berlangsung cukup lama.


“Air sudah mulai susah. Kami berharap ada bantuan pemerintah secepatnya,” ujar Rahmat, Senin.


Menurut dia, keterlambatan penanganan dapat membuat pertumbuhan tanaman padi terganggu. Bahkan, jika tanaman tidak mendapatkan pasokan air yang cukup, petani menghadapi risiko gagal panen.


“Kami khawatir kalau air tidak ada, tanaman bisa rusak dan hasil panen turun,” katanya.


Dinas Pertanian Siapkan Pompa hingga Sumur Bor


Dinas Pertanian Kabupaten Luwu mengaku telah mulai melakukan penanganan terhadap lahan pertanian yang terdampak kekeringan.


Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Luwu, Rahmi, mengatakan penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.


Menurut dia, sejumlah petani dibantu melalui pengairan, penyediaan pompa air, hingga pembangunan sumur bor di lokasi yang tidak memiliki sumber air yang memadai.


“Untuk yang terdampak, kami sudah mulai melakukan penanganan. Ada bantuan untuk pengairan, termasuk pompa dan sumur bor di beberapa lokasi yang memang membutuhkan sumber air,” kata Rahmi.


Ia mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan air ke lahan pertanian, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering.


Ancaman kekeringan terhadap lebih dari 3.000 hektare sawah menjadi perhatian pemerintah daerah. Penanganan pasokan air dinilai penting untuk mencegah meluasnya dampak kekeringan dan menjaga tanaman padi petani tetap bertahan hingga masa panen.


Petani berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat dan menjangkau seluruh wilayah yang mengalami kesulitan air, sehingga ancaman gagal panen dapat diminimalkan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update