TORAJA UTARA – Menjalani proses hukum bukan berarti kehilangan kesempatan untuk berubah. Pesan itu tercermin dalam kegiatan pembinaan rohani yang dilakukan Polres Toraja Utara terhadap belasan tahanan, Rabu (16/9/2026) pagi.
Kegiatan ibadah tersebut digelar di Ruang Tahanan Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Toraja Utara.
Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Kasi Propam AKP Damianus Nisa, Kasat Tahti Ipda Amrullah, serta sejumlah personel Polres Toraja Utara.
Pembinaan rohani itu juga melibatkan pihak Kementerian Agama Kabupaten Toraja Utara sebagai pelaksana teknis ibadah.
Pelayan firman dalam ibadah tersebut dipimpin Ludia Sule Pata'dungan. Perenungan Alkitab mengangkat kisah dalam Yohanes 21:15-19 yang berbicara tentang pemulihan, tanggung jawab, dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan spiritual yang dilaksanakan secara rutin setiap Rabu bagi para tahanan.
Menurut dia, pembinaan tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyentuh sisi mental dan spiritual para tahanan.
"Pembinaan spiritual ini bertujuan agar para tahanan mampu menyadari kesalahan masa lalu, memperbaiki pola pikir, dan kelak dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik serta taat hukum," kata Yoseph.
Ia menegaskan, Polres Toraja Utara akan terus memberikan penguatan mental dan rohani secara berkelanjutan kepada para tahanan.
Pendekatan humanis, kata dia, menjadi bagian penting dalam proses pembinaan selama seseorang menjalani masa penahanan.
"Pendekatan humanis akan terus kami utamakan, karena tugas kami bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga merawat harapan mereka agar siap menjadi masyarakat yang sadar hukum setelah menyelesaikan masa hukuman," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, para tahanan diharapkan tidak hanya menjalani proses hukum, tetapi juga memperoleh ruang untuk melakukan introspeksi dan membangun tekad memperbaiki kehidupan.
Ibadah berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan hingga selesai.
Pesan yang ingin dibangun dari kegiatan ini sederhana: setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, dan proses hukum dapat menjadi momentum untuk kembali menata kehidupan.

No comments:
Post a Comment