TANA TORAJA – Jenazah pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Aprida Rapi (49), korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB), tiba di kampung halamannya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Kedatangan jenazah disambut isak tangis dan suasana duka mendalam dari keluarga yang telah menunggu di rumah duka, Kelurahan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale.
Tangis keluarga pecah ketika ambulans yang membawa jenazah Aprida Rapi memasuki pelataran rumah duka.
Sejumlah anggota keluarga terlihat tak kuasa menahan kesedihan. Anak korban yang sejak awal menanti kedatangan jenazah sang ibu juga tampak terpukul dan nyaris pingsan.
Aprida Rapi diketahui meninggalkan tiga orang anak. Anak bungsunya saat ini masih menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
Kepergian Aprida secara tragis membuat keluarga yang ditinggalkan terpukul. Sosok Aprida disebut memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan selama ini menjadi salah satu orang yang memberikan dukungan bagi anggota keluarganya.
Adik kandung korban, Oktovianus Rapi, mengatakan keluarga pertama kali mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut melalui sambungan telepon dari saudara.
“Sejak kejadian itu, sorenya kami dapat informasi lewat telepon lewat saudara,” kata Oktovianus.
Menurut dia, Aprida merupakan sosok yang baik dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarga.
“Sosok almarhum di tengah-tengah keluarga kami sangat baik. Pokoknya dia, hubungan support yang sangat bagus bagi kami,” ujarnya.
Setelah diterima keluarga di rumah duka, jenazah Aprida kemudian dibawa ke Rumah Tongkonan Bulean di Kelurahan Leatung Matalli, Kecamatan Sangalla Utara, Tana Toraja.
Jenazah selanjutnya akan disemayamkan di Tongkonan Bulean sebelum menjalani prosesi pemakaman sesuai dengan adat dan tradisi masyarakat Toraja.
Keluarga berharap seluruh rangkaian prosesi pemakaman dapat berjalan lancar serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi kepergian Aprida Rapi.

No comments:
Post a Comment