JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi terus memperkuat transformasi digital layanan keimigrasian dengan mendorong implementasi Interactive Advance Passenger Information (iAPI), sistem pertukaran data penumpang secara real time antara maskapai penerbangan dan Ditjen Imigrasi sebelum keberangkatan maupun kedatangan penumpang internasional.
Implementasi iAPI menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Sosialisasi Isu Strategis dan Kebijakan pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tahun 2026 yang digelar pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan kementerian dan lembaga terkait, 72 maskapai penerbangan dari berbagai negara, serta sejumlah mitra strategis.
Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Suhendra, mengatakan integrasi sistem iAPI dengan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) sebenarnya telah dibangun sebagai bagian dari sistem pemeriksaan keimigrasian nasional. Saat ini, pihaknya terus mendorong maskapai penerbangan internasional yang belum terhubung agar segera mengimplementasikan sistem tersebut.
Menurutnya, melalui integrasi iAPI, proses validasi dokumen perjalanan hingga pemberian respons ok to board maupun not ok to board dapat dilakukan secara elektronik sebelum penumpang melakukan perjalanan. Langkah ini diyakini mampu mempercepat pemeriksaan keimigrasian sekaligus meningkatkan akurasi verifikasi data penumpang.
Selain membahas implementasi iAPI, Ditjen Imigrasi juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan penerbangan dalam mendukung pemeriksaan keimigrasian. Pembahasan mencakup peningkatan koordinasi antara otoritas penerbangan, pengelola bandar udara, maskapai penerbangan, dan instansi terkait guna menjaga keamanan penerbangan internasional sekaligus memastikan kelancaran arus keluar masuk orang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.
Dalam forum tersebut, Ditjen Imigrasi juga memaparkan penguatan implementasi All Indonesia, sistem deklarasi kedatangan penumpang yang terintegrasi, serta perkembangan kebijakan visa elektronik (e-Visa). Kedua layanan tersebut menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah dikembangkan pemerintah untuk menciptakan proses perlintasan dan pengawasan keimigrasian yang lebih efektif, efisien, dan berbasis teknologi.
Upaya modernisasi layanan tersebut sejalan dengan capaian internasional yang diraih Indonesia. Pada 2025 dan 2026, layanan keimigrasian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil mempertahankan posisi sebagai peringkat ke-10 layanan imigrasi bandara terbaik di dunia dalam ajang Skytrax World Airport Awards. Prestasi tersebut menjadi dorongan bagi Ditjen Imigrasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa penerbangan internasional.
Suhendra menegaskan, Ditjen Imigrasi akan terus memperkuat integrasi sistem digital dan koordinasi lintas sektor agar pemeriksaan keimigrasian di Indonesia semakin efektif, terintegrasi, serta mampu memberikan pelayanan berstandar internasional.
"Kami terus memperkuat integrasi sistem dan koordinasi lintas sektor untuk mendukung pemeriksaan keimigrasian yang efektif, terintegrasi, dan berbasis data," ujar Suhendra.

No comments:
Post a Comment