LUWU – Pembangunan di wilayah yang menjadi kawasan investasi tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah dan perusahaan, tetapi juga ruang dialog yang mampu menghubungkan kepentingan masyarakat dengan para pemangku kebijakan. Dari kebutuhan itulah lahir Forum Desa (FORDES) MATAPPA.
FORDES MATAPPA merupakan forum yang dibentuk sebagai wadah komunikasi, musyawarah, dan penyaluran aspirasi masyarakat di wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA), khususnya di 21 desa dan kelurahan yang berada di kawasan lingkar tambang Kecamatan Latimojong dan sekitarnya.
Forum ini menjadi media bagi masyarakat untuk
menyampaikan berbagai persoalan, kebutuhan, maupun usulan pembangunan secara
terstruktur sehingga dapat ditindaklanjuti bersama oleh pemerintah daerah,
pemerintah desa, dan perusahaan.
Keberadaan FORDES MATAPPA berangkat dari semangat bahwa
investasi yang masuk ke daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan
kesejahteraan masyarakat. Karena itu, forum ini tidak hanya menjadi tempat
menyampaikan aspirasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dalam merancang
berbagai program pemberdayaan.
Sejak dibentuk pada November 2025, FORDES MATAPPA telah
menghimpun berbagai aspirasi masyarakat yang kemudian menjadi dasar lahirnya
sejumlah program pembangunan. Salah satunya adalah Program Jaga Desa, yang
diluncurkan Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area sebagai
tindak lanjut dari berbagai kebutuhan yang disampaikan warga melalui forum
tersebut.
Program Jaga Desa dibangun di atas tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah Jaga Stabilitas Desa, yang berfokus
pada penguatan komunikasi, penyelesaian persoalan melalui musyawarah,
pembentukan Pos Pemantauan Terpadu, pelaksanaan rembug warga (Sirampun),
program padat karya, penghijauan, hingga penguatan Kader Jaga Mobilisasi.
Pilar kedua adalah Jaga Masa Depan Desa, yang diarahkan
untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi bagi
pemuda, pengembangan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kapasitas warga agar
mampu memanfaatkan peluang ekonomi dari hadirnya investasi.
Sedangkan pilar ketiga, Jaga Keselamatan Desa, difokuskan
pada penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, edukasi mitigasi risiko,
hingga pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di wilayah yang memiliki
potensi bencana.
Dalam perkembangannya, FORDES MATAPPA juga menjadi mitra
pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah. Forum ini diharapkan
mampu mengedepankan musyawarah sebelum persoalan berkembang menjadi konflik
yang dapat menghambat pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Luwu memandang FORDES MATAPPA
sebagai instrumen penting untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi
penonton dalam proses investasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengambilan
keputusan yang berkaitan dengan kepentingan desa.
Sementara bagi PT Masmindo Dwi Area, forum ini menjadi
sarana membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan dengan
masyarakat sehingga setiap program perusahaan dapat disusun berdasarkan
kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan pengukuhan kepengurusan FORDES MATAPPA, diharapkan
forum ini semakin aktif menjalankan fungsi sebagai jembatan aspirasi masyarakat
sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan warga.
Kehadiran FORDES MATAPPA diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan dan
investasi dapat berjalan beriringan dengan partisipasi masyarakat, sehingga
manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa.
Keberadaan
FORDES MATAPPA juga tidak dapat dipisahkan dari karakteristik masyarakat di
Kecamatan Latimojong dan wilayah Bajo yang menjadi bagian dari kawasan lingkar
tambang. Sebagian besar warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian,
perkebunan, peternakan, serta usaha kecil yang telah menjadi sumber penghidupan
turun-temurun. Kondisi geografis yang didominasi pegunungan membuat akses
terhadap layanan dasar, infrastruktur, hingga peluang ekonomi masih menjadi
tantangan bagi sebagian masyarakat.
Ditengah
masuknya investasi berskala besar, masyarakat Latimojong dan Bajo memiliki
harapan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada aktivitas pertambangan,
tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup warga. Mulai dari peningkatan
jalan dan jembatan, akses pendidikan dan kesehatan, penyediaan air bersih,
penguatan ekonomi desa, hingga terbukanya kesempatan kerja bagi putra-putri
daerah menjadi aspirasi yang kerap disampaikan masyarakat melalui FORDES
MATAPPA.
Melalui
forum ini, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, memberikan
masukan, sekaligus mengawal berbagai program yang menyentuh kebutuhan desa.
Kehadiran FORDES MATAPPA diharapkan mampu mengurangi kesenjangan informasi
antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan, sehingga setiap kebijakan maupun
program pemberdayaan benar-benar lahir dari kebutuhan riil warga.
Bagi
masyarakat Latimojong dan Bajo, FORDES MATAPPA bukan sekadar organisasi, tetapi
menjadi wadah gotong royong dalam menjaga harmoni sosial di tengah perubahan
yang terjadi akibat masuknya investasi. Forum ini mendorong penyelesaian
berbagai persoalan melalui dialog dan musyawarah, sekaligus memperkuat
partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan desa.
Sejumlah
program yang telah dijalankan, seperti Program Jaga Desa, Akademi MATAPPA,
pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), penghijauan, hingga berbagai
pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat, merupakan contoh bahwa aspirasi
yang disampaikan melalui FORDES MATAPPA dapat diterjemahkan menjadi program
nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat di wilayah Latimojong dan Bajo.
Kedepan, masyarakat berharap
FORDES MATAPPA terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif. Dengan
kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, masyarakat, dan PT Masmindo Dwi
Area, investasi di kawasan Latimojong diharapkan tidak hanya memberikan dampak
ekonomi, tetapi juga menghadirkan pembangunan yang inklusif, menjaga
kelestarian lingkungan, menghormati nilai-nilai budaya lokal, serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
