Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Ground Breaking Tanggul Sungai Rongkong Dimulai, Pangdam dan Gubernur Sulsel Optimistis Akhiri Banjir di Luwu Utara

| July 24, 2026 WIB | 0 Views

LUWU UTARA – Upaya penanganan banjir yang selama bertahun-tahun melanda kawasan Sungai Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, akhirnya memasuki tahap pelaksanaan. Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan ground breaking pembangunan tanggul di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta, Kamis (23/7/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fadriaty Asmaun, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile, Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


Pembangunan tanggul menjadi langkah awal penanganan banjir Sungai Rongkong yang selama ini mengancam permukiman dan lahan pertanian masyarakat. Tanggul akan dibangun sepanjang 200 meter dengan metode pemasangan bronjong, geotekstil, kayu dolken, serta pengerukan sedimen untuk mengembalikan kapasitas tampung dan alur sungai pascabanjir.


Dalam pelaksanaannya, Kodam XIV/Hasanuddin mengerahkan personel Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandraguna yang memiliki keahlian di bidang konstruksi, didukung prajurit Kodim 1403/Palopo dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 872/Andi Djemma.


Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan dimulainya pembangunan tanggul menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama kurang lebih tiga tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir.


"Hari ini adalah bukti bahwa tidak ada yang mengalahkan doa yang dikabulkan. Saya yakin Bapak Gubernur, Pangdam, dan Bupati datang ke tempat yang sulit seperti ini karena doa masyarakat di sini dikabulkan Allah SWT. Kasih sayang Bapak Gubernur tercurah kepada masyarakat di kampung ini untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah," kata Bangun Nawoko.


Menurut dia, pembangunan tanggul diharapkan menjadi solusi permanen yang mampu mengakhiri penderitaan ribuan warga yang selama ini terdampak banjir Sungai Rongkong.


Bangun Nawoko juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mempercayakan pelaksanaan pekerjaan tersebut kepada Kodam XIV/Hasanuddin.


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan karena mempercayakan kerja sama ini kepada TNI untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat. Ini merupakan kehormatan besar bagi kami," ujarnya.


Ia optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.


"Sesulit apa pun pekerjaan ini, karena tujuannya membantu rakyat, saya yakin akan menjadi lebih mudah dengan dukungan masyarakat. Kami mohon doa restu agar pekerjaan ini selesai tepat waktu dan banjir tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.


Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pembangunan tanggul merupakan langkah strategis untuk menekan risiko banjir yang selama ini mengancam kawasan permukiman dan lahan pertanian warga.


"Penanganan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko luapan air, melindungi kawasan permukiman dan lahan pertanian warga, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di tiga desa yang terdampak," ujar Andi Sudirman.


Ia juga mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan proyek tersebut agar dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.


"Mohon dukungan masyarakat dan bantuan pasukan dari TNI Kodam XIV/Hasanuddin agar pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ucapnya.


Pembangunan tanggul Sungai Rongkong diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir yang selama ini berulang setiap musim hujan, sekaligus memberikan perlindungan bagi ribuan warga dan lahan pertanian di Kecamatan Baebunta.

×
Berita Terbaru Update