BPJS Kesehatan Luncurkan LANURI, Perluas Akses Layanan JKN hingga Wilayah 3T

JAKARTA – BPJS Kesehatan terus memperkuat pemerataan akses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Layanan Ujung Negeri (LANURI) yang mengintegrasikan layanan digital Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola BPJS Keliling.



Peluncuran LANURI dilakukan secara serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Sebanyak 179 titik menghadirkan layanan BPJS Keliling, sedangkan 379 titik lainnya menyediakan layanan VIOLA untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan administrasi JKN tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan implementasi salah satu program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan, yang bertujuan menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses.


Menurutnya, tidak semua wilayah di Indonesia dapat mengoptimalkan layanan digital karena kendala jaringan komunikasi, kondisi geografis, maupun tingkat literasi teknologi masyarakat. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan mengombinasikan layanan digital melalui VIOLA dengan layanan jemput bola BPJS Keliling.


VIOLA merupakan layanan berbasis video conference yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi, mengurus administrasi kepesertaan JKN, hingga menyampaikan pengaduan secara langsung kepada petugas BPJS Kesehatan. Selama periode Januari hingga Mei 2026, layanan ini telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali, dengan lokasi layanan terbanyak berada di puskesmas. Jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).


Dalam kesempatan yang sama, Prihati juga memaparkan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang telah mencapai 91,53 persen. Program tersebut mencakup empat program Customer Centric dan empat program Collaborative yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.


Beberapa program yang telah berjalan di antaranya JKN 3T, P-Care MBG, serta Eliminasi Inefisiensi yang berfokus pada efisiensi pembiayaan JKN melalui sistem intelligence claim dan pencegahan potensi kecurangan (fraud).


Pelaksanaan LANURI juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menyatakan jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar hingga tingkat desa dapat dimanfaatkan sebagai titik layanan VIOLA maupun BPJS Keliling. Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, menegaskan kesiapan TNI mendukung pemerataan layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan TNI, kapal rumah sakit, hingga jaringan Babinsa yang tersebar di seluruh Indonesia.


Melalui program LANURI, BPJS Kesehatan berharap seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses transportasi maupun infrastruktur digital, dapat memperoleh layanan JKN secara lebih mudah, cepat, dan setara.

Previous Post Next Post