PALOPO – Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma (UNANDA) Palopo kembali mengirim puluhan mahasiswanya mengikuti program magang di sejumlah instansi kehutanan nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
Sebanyak 25 mahasiswa akan menjalani program magang selama dua bulan di berbagai instansi kehutanan yang berada di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta mengikuti pembekalan yang mencakup etika profesi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengenalan dunia kerja kehutanan, teknik penyusunan laporan magang, hingga gambaran teknis pelaksanaan kegiatan di masing-masing instansi mitra.
Pembekalan tersebut bertujuan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami standar operasional di lapangan, serta menjalankan tugas secara profesional.
Adapun lokasi magang tersebar di sejumlah instansi strategis, yakni PT Inhutani I Unit Manajemen Hutan (UMH) Meraang dan PT Inhutani I UMH Tepian Buah di Kalimantan Timur. Sementara di Sulawesi Tengah, mahasiswa ditempatkan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), serta Balai Taman Nasional Lore Lindu yang berlokasi di Kota Palu.
Selama mengikuti program tersebut, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kehutanan, mulai dari pengelolaan hutan lestari, inventarisasi sumber daya hutan, pemetaan kawasan, rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, penataan kawasan hutan, hingga pengelolaan daerah aliran sungai.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan analisis, komunikasi, serta membentuk karakter profesional mahasiswa sebagai calon rimbawan yang siap menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya hutan di masa depan.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma, Witno, S.Hut., M.Si., mengatakan program magang merupakan jembatan antara pembelajaran di bangku kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis kehutanan, tetapi juga belajar mengenai etika profesi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar, menjaga nama baik Universitas Andi Djemma, dan membangun jejaring profesional dengan para praktisi kehutanan," ujar Witno.
Menurutnya, kerja sama dengan berbagai instansi kehutanan di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah merupakan bentuk komitmen fakultas dalam memperluas kemitraan strategis demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi mitra yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Inhutani I UMH Meraang, PT Inhutani I UMH Tepian Buah, BPKH, BPDAS, dan Balai Taman Nasional Lore Lindu yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa kami untuk belajar secara langsung di lapangan. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja seperti ini sangat penting dalam menghasilkan lulusan kehutanan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan," katanya.
Program magang ini menjadi salah satu upaya Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik sesuai kebutuhan dunia kerja.
Melalui kolaborasi dengan berbagai instansi kehutanan nasional, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, memperluas jejaring profesional, serta siap berkontribusi dalam pengelolaan hutan Indonesia secara berkelanjutan setelah menyelesaikan pendidikan.
