Terima Armada Damkar dari Kemhan, 12 Personel Kodim 1403 Palopo Dilatih Penanganan Kebakaran Bersama Damkar

PALOPO – Kodim 1403 Palopo mendapat dukungan satu unit armada pemadam kebakaran dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kendaraan dengan kapasitas tangki 4.000 liter itu disiagakan di Markas Kodim 1403 Palopo untuk memperkuat penanganan kebakaran di wilayah setempat.

Dukungan armada tersebut turut dibarengi dengan peningkatan kesiapan personel. Sebanyak 12 prajurit Kodim mengikuti pelatihan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo selama dua hari, 23–24 Juni 2026.


Pelatihan difokuskan pada teknik dasar pemadaman kebakaran, formasi penanganan di lapangan, hingga pengoperasian water tank beserta mesin pendukungnya.


Danramil 1403/06 Wara, Kapten Infanteri Agus Purnomo, mengatakan bantuan armada tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi potensi kebakaran, terutama menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.



Ia menegaskan, Kodim 1403 Palopo telah menyiapkan 12 personel yang dibagi dalam dua tim untuk mengoperasikan armada tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Damkar Palopo penting agar prajurit lebih profesional dalam penggunaan peralatan pemadaman yang diberikan.


“Insya Allah kami akan kolaborasi dengan Damkar dalam pelaksanaan kegiatan apabila terjadi kondisi darurat. Masyarakat juga bisa melapor ke Kodim jika terjadi kebakaran,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Muhammad Subhan Sainuddin mengapresiasi bantuan dari Kementerian Pertahanan. Ia menilai tambahan armada dan personel akan sangat membantu, terutama saat kondisi lapangan mengalami keterbatasan pasokan air.


Menurutnya, latihan bersama tersebut membuat personel Kodim sudah memahami standar operasional pemadaman, mulai dari pembagian tugas, teknik penyiraman, hingga pengoperasian kendaraan water tank.


“Alhamdulillah latihan bersama sudah dilakukan. Harapannya, kolaborasi ini bisa berjalan baik saat terjadi keadaan darurat seperti kebakaran lahan di musim kemarau,” kata Subhan.


Ia menambahkan, kesiapan tim sangat bergantung pada latihan yang berkelanjutan. “Yang terpenting bukan sekadar alatnya, tetapi kesiapan dan keterlatihan personelnya di lapangan,” ujarnya.

Previous Post Next Post