LUWU – Jalan hidup Andi Ansar (24) tidak pernah mudah. Pemuda asal Kelurahan Tambuno, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, itu harus kehilangan ayahnya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.
Sejak saat itu, ia tumbuh dengan
satu tekad: membantu ibunya yang berjuang seorang diri membesarkan tiga anak.
Kini, Ansar atau yang akrab disapa
Anca bekerja sebagai spotter di Awak Mas Project PT Masmindo Dwi Area,
perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kecamatan Latimojong, Kabupaten
Luwu.
Dalam pekerjaannya, Anca bertugas
mengarahkan pergerakan alat berat dan kendaraan operasional agar aktivitas di
area tambang berlangsung aman sesuai prosedur keselamatan kerja.
Namun, pekerjaan tersebut bukanlah
awal dari kisahnya. Posisi itu menjadi titik balik setelah bertahun-tahun
menghadapi keterbatasan ekonomi dan berkali-kali gagal memperoleh pekerjaan.
Kehilangan
Ayah Sejak Kecil
Anca mengenang wafatnya sang ayah
sebagai peristiwa yang mengubah hidup keluarganya.
"Waktu ayah meninggal saya
masih SD. Sejak saat itu saya sadar harus belajar mandiri. Saya tidak mau
melihat ibu berjuang sendirian," ujarnya.
Kehilangan sosok ayah membuatnya
tumbuh lebih cepat dibandingkan anak-anak seusianya. Ia memahami bahwa keadaan
tidak akan berubah jika hanya disesali.
Sepulang
Sekolah Menjadi Montir
Saat menginjak bangku SMA, Anca
memilih bekerja di sebuah bengkel setiap pulang sekolah.
Sementara teman-temannya menikmati masa remaja, ia menghabiskan waktu hingga sore bahkan malam untuk memperbaiki sepeda motor.
"Saya berpikir lebih baik capek
bekerja daripada hanya mengeluh. Yang penting saya bisa membantu ibu dan tetap
sekolah," katanya.
Upah yang diterimanya memang tidak
besar, tetapi cukup membantu memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus meringankan
beban sang ibu.
Bertahan
Kuliah dengan Berjualan
Perjuangan itu berlanjut ketika Anca
diterima di perguruan tinggi dan mengambil program studi Manajemen.
Biaya kuliah yang tidak sedikit
memaksanya mencari berbagai sumber penghasilan.
Ia memanfaatkan kemampuan desain
grafis dengan menerima pesanan pembuatan stiker, spanduk, banner, hingga materi
promosi. Ketika pesanan sepi, ia berjualan minuman ringan.
"Kalau ada pekerjaan apa saja
yang halal, saya kerjakan. Yang penting kuliah tetap jalan," ungkapnya.
Pendapatannya saat itu jauh dari
Upah Minimum Regional, tetapi ia tetap bertahan demi menyelesaikan pendidikan.
Berkali-kali
Ditolak Melamar Kerja
Setelah lulus sebagai sarjana,
perjuangan Anca belum berakhir.
Ia mengirimkan lamaran ke berbagai
perusahaan. Sambil menunggu kesempatan, ia bekerja di lingkungan penyelenggara
pemilu melalui KPU dan Bawaslu pada bidang administrasi dan koordinasi selama
sekitar dua tahun.
Meski telah memiliki pengalaman
kerja dan ijazah sarjana, berbagai lamaran yang dikirim lebih sering berujung
penolakan.
Ironisnya, salah satu penolakan
datang dari perusahaan tempatnya bekerja saat ini.
"Saya memang kecewa waktu
pertama kali tidak diterima. Tapi saya percaya mungkin saat itu saya hanya
belum mendapat kesempatan. Jadi saya mencoba lagi," ujarnya.
Kesempatan Kerja di PT Masmindo Dwi Area yang Mengubah Kehidupan
Setelah
sempat gagal pada lamaran pertamanya, Anca memutuskan kembali mencoba bergabung
di Awak Mas Project PT Masmindo Dwi Area. Kali ini, ia tidak lagi mempersoalkan
jabatan yang ditawarkan.
Baginya,
memperoleh kesempatan bekerja jauh lebih penting daripada mengejar posisi yang
dianggap sesuai dengan gelar sarjana.
Usahanya
membuahkan hasil. Ia diterima sebagai spotter,
posisi yang bertanggung jawab mengarahkan pergerakan alat berat dan kendaraan
operasional agar aktivitas di area tambang berlangsung aman sesuai standar
keselamatan kerja.
"Saya
tidak pernah melihat jabatan. Yang penting diberi kesempatan bekerja. Dari situ
saya bisa belajar, berkembang, dan membuktikan kemampuan," ujar Anca.
Bagi
Anca, bergabung di PT Masmindo Dwi Area bukan sekadar mendapatkan pekerjaan,
melainkan titik balik yang mengubah arah hidupnya.
Pendapatan
yang lebih stabil membuat kondisi ekonomi keluarganya berangsur membaik. Beban
ibunya yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung keluarga mulai
berkurang. Kebutuhan rumah tangga yang sebelumnya harus dipenuhi dengan
berbagai keterbatasan kini dapat dipenuhi dengan lebih baik.
Ia juga
mulai memiliki kemampuan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu
keluarga sekaligus merencanakan masa depan.
"Hal
yang paling membahagiakan bukan saat menerima gaji pertama, tetapi ketika saya
bisa memberikan hasil kerja saya kepada ibu. Rasanya semua perjuangan selama
ini terbayar," tuturnya.
Tidak
hanya dari sisi ekonomi, pekerjaan di Awak Mas Project juga memberinya
pengalaman baru dalam dunia industri pertambangan. Ia mengaku memperoleh banyak
pembelajaran mengenai budaya kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja (safety),
kerja sama tim, hingga tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Pengalaman
tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk terus meningkatkan kompetensi
dan membangun karier di sektor pertambangan.
"Saya
bersyukur bisa menjadi bagian dari PT Masmindo Dwi Area. Kesempatan ini
benar-benar mengubah hidup saya dan perekonomian keluarga kami. Sekarang saya
bisa membantu ibu dengan lebih baik dan memiliki harapan untuk masa
depan," katanya.
Menurut
Anca, kesempatan bekerja yang diberikan perusahaan telah membuka jalan baginya
untuk bangkit setelah berkali-kali menghadapi penolakan. Dari seorang montir
bengkel, desainer grafis lepas, penjual minuman, hingga petugas administrasi
penyelenggara pemilu, kini ia memiliki pekerjaan tetap yang memberinya ruang
untuk berkembang.
Meski
demikian, ia tidak melupakan perjalanan panjang yang telah membentuk dirinya.
"Tidak
ada pekerjaan yang hina. Yang ada hanyalah orang yang berhenti berusaha,"
ucapnya.
Bagi
Anca, keberhasilan bukan diukur dari seberapa cepat seseorang mencapai puncak
karier, melainkan dari kemauan untuk terus bangkit setiap kali menghadapi
kegagalan.
"Saya
tidak punya cita-cita hidup mewah. Saya hanya ingin melihat ibu bahagia, bisa
hidup tenang, dan menikmati masa tuanya. Itu yang selalu saya perjuangkan
setiap hari," tuturnya.
Perjalanan hidup Anca menjadi
gambaran bahwa kesempatan kerja yang datang, ketika dibarengi kemauan belajar,
kerja keras, dan ketekunan, mampu mengubah kehidupan seseorang. Kesempatan yang
ia peroleh di Awak Mas Project PT Masmindo Dwi Area tidak hanya menghadirkan
penghasilan yang lebih layak, tetapi juga membuka harapan baru bagi dirinya dan
keluarga untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis.
