PALOPO – Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) Klasis Kota Palopo resmi dibuka di wilayah Lappo, Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Teguh Dalam Yesus dan Setia Melayani” ini menjadi wadah pembinaan iman sekaligus penguatan karakter bagi anak-anak Sekolah Minggu di lingkungan Gereja Toraja Klasis Kota Palopo.
Ibadah pembukaan yang berlangsung mulai pukul 09.30 Wita dihadiri unsur gereja, pembina Sekolah Minggu, orang tua, peserta, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pertumbuhan spiritual generasi muda gereja.
Ketua SMGT Klasis Kota Palopo, Obertanus Minggu, mengatakan Jambore V bukan sekadar ajang pertemuan dan persekutuan, tetapi juga sarana pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai Kristiani sejak usia dini.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk anak-anak yang memiliki keteguhan iman serta semangat melayani di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Peserta diharapkan mengikuti seluruh materi dan kegiatan jambore dengan baik dan penuh sukacita sehingga menjadi anak yang teguh dalam Yesus dan setia melayani,” kata Obertanus dalam sambutannya.
Jambore V akan berlangsung selama tiga hari tiga malam dengan rangkaian kegiatan yang beragam, mulai dari ibadah, defile, enam materi kerohanian, outbound, hiking rohani, kegiatan tangkap ikan bersama, pentas kreasi, api unggun, pembinaan guru Sekolah Minggu, hingga sesi inspirasi tokoh.
Berbagai agenda tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan spiritualitas, kreativitas, kerja sama, serta pembentukan karakter para peserta.
Sementara itu, Ketua Panitia Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo, Musriadi Belaksma, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan gereja, orang tua, pembina, aparat keamanan, dan pemerintah setempat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan jambore.
Musriadi juga mengimbau seluruh peserta dan pendamping untuk menjaga kesehatan, keamanan, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Setiap pendamping diharapkan aktif mengawasi anak-anak yang menjadi tanggung jawabnya. Situasi yang sempat terjadi sebelumnya juga telah diselesaikan dan kondisi saat ini aman. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk datang dan menyaksikan kegiatan jambore,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian, Koramil, Camat, dan Lurah setempat berkomitmen memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Melalui Jambore V ini, anak-anak Sekolah Minggu diharapkan semakin bertumbuh menjadi generasi yang teguh dalam iman, setia dalam pelayanan, serta mampu menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat.
