Balap Liar Masih Marak di Belopa, Warga Keluhkan Patroli Belum Beri Efek Jera

LUWU – Aktivitas balap liar di kawasan pusat Kota Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kembali dikeluhkan warga. Meski patroli kepolisian disebut rutin dilakukan, masyarakat menilai aksi para pelaku masih terus berulang hampir setiap malam sehingga menimbulkan keresahan.



Berdasarkan keterangan sejumlah warga, aksi balap liar umumnya mulai berlangsung sekitar pukul 21.00 Wita. Lokasi yang kerap dijadikan arena balapan berada di sekitar Lapangan Andi Djemma Belopa hingga ruas Jalan Andi Djemma di depan Kantor Bupati Luwu.


"Sudah seperti rutinitas. Hampir setiap malam mereka berkumpul dan mulai balapan," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Senin (29/6/2026).


Warga mengungkapkan, para pelaku diduga memiliki pola tertentu untuk menghindari petugas. Mereka biasanya memacu kendaraan selama sekitar 10 hingga 15 menit, kemudian berhenti selama 15 hingga 20 menit untuk memantau situasi di sekitar lokasi.


Apabila tidak terlihat adanya patroli kepolisian maupun petugas lainnya, para pelaku kembali memulai balapan.


Menurut warga, aktivitas tersebut bahkan dapat berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 Wita.


"Kalau ada polisi datang, mereka langsung bubar dan bersembunyi di lokasi yang sulit dijangkau. Setelah polisi pergi, mereka kembali lagi balapan," kata warga lainnya.


Masyarakat mengakui aparat kepolisian masih sering melakukan patroli di kawasan tersebut. Namun, mereka berharap pengawasan dapat dilakukan lebih intensif dan berkelanjutan agar mampu memberikan efek jera kepada para pelaku.


Warga menilai patroli yang dilakukan terkadang hanya berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit. Setelah petugas meninggalkan lokasi, para pelaku diduga kembali berdatangan dan melanjutkan aksi balap liar.


Padahal, ruas jalan yang digunakan merupakan salah satu jalur utama di pusat ibu kota Kabupaten Luwu dengan arus lalu lintas yang masih dilalui masyarakat pada malam hari. Selain menimbulkan kebisingan akibat suara knalpot kendaraan, aksi balap liar juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.


Warga berharap aparat kepolisian bersama instansi terkait dapat mengambil langkah yang lebih efektif untuk menekan aksi balap liar. Upaya tersebut diharapkan mencakup peningkatan patroli pada jam-jam rawan, penindakan terhadap para pelaku, serta edukasi kepada kalangan remaja agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balapan.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait keluhan warga mengenai masih maraknya aktivitas balap liar di kawasan Belopa.

Previous Post Next Post