LUWU – Penjualan sapi kurban di Desa Tiromanda, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Tidak hanya jumlah permintaan yang naik, harga jual sapi juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Arif, peternak sekaligus pedagang sapi kurban di wilayah tersebut, mengatakan tren penjualan tahun ini cukup menggembirakan. Ia menyebut, permintaan datang dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, pihak swasta, hingga masyarakat umum.
“Alhamdulillah, tahun ini peningkatan penjualan sapi kurban cukup signifikan. Kalau tahun lalu harga sapi sekitar Rp 10 juta, sekarang sudah naik menjadi Rp 12 juta,” ujar Arif, Minggu (4/5/2026).
Ia menjelaskan, sapi yang ditawarkan memiliki variasi harga tergantung ukuran dan bobot, mulai dari Rp 12 juta hingga Rp 50 juta per ekor. Peningkatan penjualan tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari harga Rp 12 juta sampai Rp 50 juta semua tersedia. Peningkatannya sekitar 10 persen ke atas,” katanya.
Menurut Arif, sapi dengan harga tertinggi atau sekitar Rp 50 juta per ekor merupakan kategori premium. Sapi tersebut umumnya memiliki bobot besar, berkisar di atas 500 hingga 800 kilogram, bahkan bisa mendekati satu ton, dengan jenis unggulan seperti limosin atau simental.
Selain ukuran, kondisi fisik sapi juga menjadi faktor penentu harga. Sapi premium biasanya memiliki tubuh proporsional, bulu mengilap, mata cerah, serta nafsu makan yang baik. Perawatan yang intensif juga berkontribusi pada tingginya harga, mulai dari pemberian pakan berkualitas, vitamin, hingga pengawasan kesehatan rutin.
“Biasanya yang Rp 50 juta itu ukuran besar, kualitas bagus, dan memang disiapkan untuk pembeli yang cari sapi kurban kelas atas,” jelasnya.
Arif menambahkan, sapi-sapi kurban yang dijual berasal dari berbagai daerah, seperti Kendari, Kabupaten Bone, serta hasil peternakan lokal di Luwu. Sementara pembeli datang dari berbagai wilayah di Luwu Raya, termasuk Kecamatan Larompong, Kota Palopo, hingga Kabupaten Luwu Utara.
Terkait kesehatan hewan, ia memastikan seluruh sapi dalam kondisi sehat dan telah melalui pemeriksaan dari Dinas Peternakan Kabupaten Luwu.
“Semua sapi sudah diperiksa, diberi vitamin, dan juga divaksin. Jadi kondisinya sehat dan layak untuk kurban,” ujarnya.
Ia juga memastikan ketersediaan pakan ternak tetap terjaga karena didukung lokasi peternakan yang luas serta sumber pakan segar setiap hari.
Dengan tren peningkatan ini, Arif optimistis penjualan sapi kurban tahun ini akan terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.
