UniPin dan Komdigi Bahas Implementasi IGRS Bersama Pelaku Industri Game

JAKARTA - Platform penyedia layanan top-up game digital, UniPin bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar forum diskusi bertajuk “Silaturahmi & Iftar Industri Game: Kupas Tuntas IGRS bersama UniPin & KOMDIGI” pada 11 Maret 2026 di GoWork Pacific Place.



Kegiatan tersebut mempertemukan regulator dan pelaku industri game untuk membahas implementasi Indonesia Game Rating System. Lebih dari 50 peserta hadir dalam acara ini, terdiri dari pengembang gim, publisher, hingga media yang bergerak di industri gaming dan digital.


Diskusi mengangkat tema “Tantangan Game Publishers dalam Implementasi IGRS”, yang menyoroti berbagai kendala operasional yang dihadapi pelaku industri dalam menerapkan sistem rating gim nasional tersebut.


Sesi diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain GM Business Global UniPin, Poeti Fatima, serta perwakilan Komdigi yakni Tita Ayuditya Surya selaku Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim dan Cendana sebagai Policy Analyst.


Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi para publisher gim, mulai dari proses penyesuaian kebijakan internal hingga kebutuhan koordinasi yang lebih intens antara regulator dan pelaku industri. Forum ini juga menjadi ruang bagi pelaku industri untuk menyampaikan masukan serta berbagi pengalaman terkait penerapan IGRS.


Sebagai bagian dari ekosistem industri game di Indonesia, UniPin menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai inisiatif yang mendorong kepatuhan industri sekaligus memperkuat ekosistem game nasional.


“Sebagai bagian dari ekosistem industri game di Indonesia, UniPin percaya bahwa implementasi IGRS memerlukan kolaborasi yang erat antara regulator dan pelaku industri. Melalui forum diskusi ini, kami berharap dapat membuka ruang dialog yang konstruktif untuk berbagi perspektif, memahami tantangan yang dihadapi publisher, serta bersama-sama mencari solusi terbaik demi mendukung pertumbuhan ekosistem game yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Poeti Fatima.


Sementara itu, Tita Ayuditya Surya menjelaskan bahwa IGRS merupakan kebijakan yang bertujuan mengatur seluruh game yang beredar di Indonesia agar memiliki klasifikasi usia yang jelas.


“Melalui IGRS, kami tidak hanya menjalankan peran sebagai regulator, tetapi juga ingin mendorong perkembangan industri game di Indonesia agar semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global, sekaligus memastikan pengelompokan game berdasarkan usia dapat diterapkan dengan baik,” jelasnya.


Selain diskusi, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi Ramadan melalui acara buka puasa bersama dan sesi networking yang mempererat hubungan antar pelaku industri.


Melalui kegiatan ini, UniPin berharap dialog antara regulator dan pelaku industri dapat terus berlanjut sehingga implementasi IGRS dapat berjalan lebih efektif serta mendukung perkembangan industri game Indonesia di masa mendatang.

Previous Post Next Post