self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Resky Aditya Siap Maju Calon Panglima Wilayah GAM Periode 2025–2027 di Kongwil II

Resky Aditya Siap Maju Calon Panglima Wilayah GAM Periode 2025–2027 di Kongwil II

PALOPO - Menjelang pelaksanaan Kongres Wilayah (Kongwil) II Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) yang akan digelar di Palopo, Sulawesi Selatan, pada 4 Maret 2026, Muh. Resky Aditya W menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Panglima Wilayah Komando Wilayah GAM Luwu Raya periode 2025–2027.



Aditya merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo sekaligus kader aktif GAM dari Pasukan Spartakus. Sebelumnya, ia pernah mengemban amanah sebagai Staf Departemen Advokasi Hukum dan HAM Komando Wilayah GAM Luwu Raya.


Pernyataan pencalonannya disampaikan pada Rabu (4/3/2026).

“Dalam Kongres Wilayah II ini, saya siap bertarung mencalonkan diri sebagai Panglima Wilayah Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya periode 2025–2027,” ujar Aditya.


Ia menegaskan, keputusannya maju dalam kontestasi tersebut bukanlah langkah spontan. Menurut dia, pencalonan itu telah melalui pertimbangan matang serta kesiapan mental dan organisatoris untuk menghadapi dinamika kongres.


“Menjadi bagian dari kepemimpinan wilayah GAM adalah tanggung jawab besar. Saya datang ke kongres dengan kesiapan penuh dan niat untuk berkontribusi lebih maksimal bagi organisasi,” katanya.


Dalam pencalonannya, Aditya mengusung visi mewujudkan GAM Luwu Raya sebagai organisasi yang solid, progresif, dan konsisten memperjuangkan kepentingan mahasiswa serta masyarakat.


Adapun misi yang diusung meliputi penguatan konsolidasi dan kaderisasi ideologis, peningkatan kapasitas intelektual kader, serta optimalisasi kerja advokasi dan kontrol sosial secara terstruktur dan berkelanjutan di wilayah Luwu Raya.


“Pewarisan nilai perjuangan dan tanggung jawab kader sangat menentukan arah organisasi ke depan. GAM harus terus melahirkan kader yang matang secara intelektual, kuat secara karakter, dan peka terhadap realitas sosial,” ujarnya.


Ia menambahkan, penguatan solidaritas antarkader harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dalam membaca dan menyikapi berbagai persoalan daerah.


“Kongres Wilayah II ini bukan sekadar perebutan jabatan, tetapi momentum untuk menentukan arah dan masa depan Gerakan Aktivis Mahasiswa di Luwu Raya,” tutup Aditya.

Previous Post Next Post