Tolak Harga BBM Naik, Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

PALOPO - Unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak  (BBM) digelar Himpunan Mahasiswa Islam  (HMI) Cabang Kota Palopo, di Jalan Trans Sulawesi  Kelurahan Sampoddo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Aksi unjuk rasa sempat tegang antara polisi dan mahasiswa, bahkan sempat saling dorong saat para mahasiswa menahan truk untuk  digunakan berorasi. 

Mahasiswa menginginkan berorasi di atas kendaraan dengan durasi yang lama  sementara polisi menginginkan untuk berhenti mengingat terjadi kemacetan panjang arus lalu lintas.

Ketegangan berakhir setelah para mahasiswa berhenti orasi menggunakan truk, meski demikian aksi tetap berlanjut dengan membuka sebahagian badan jalan. 

Selain menahan truk,  mahasiswa juga melakukan aksi bakar ban bekas  yang juga membuat arus kendaraan tersendat macet.

Menurut Jenderal aksi lapangan (Jendlap) Ardi Degal mengatakan unjuk rasa mahasiswa HMI menolak kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik. 

“Kami juga meminta kepada Polri untuk memberantas mafia Migas, reformasi dan evaluasi kinerja Polri, selain itu kami juga meminta Polres Palopo untuk menyikapi  mafia-mafia yang telah melakukan penimbunan BBM di Kota Palopo,” kata Ardi.  

Aksi unjuk rasa yang digelar sejak siang  berlanjut hingga sore hari, sejumlah kendaraan besar termasuk armada tangki pengangkut BBM  sempat ditahan mahasiswa namun sopir tangki BBM tersebut enggan untuk berhenti, akibatnya nyaris terjadi kecelakaan, bahkan sejumlah pengunjuk rasa terbawa kendaraan membuat mahasiswa lainnya berupaya untuk mengejar kendaraan tersebut, namun pihak Kepolisian melarang karena rawan mengakibatkan kecelakaan. 

Ketua HMI Cabang Palopo, Muhammad Yunus  mengatakan aksi unjuk rasa ini akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka tercapai di anggota DPRD Kota Palopo.

“Kami minta anggota DPRD Kota Palopo untuk hadir di lapangan melihat gerakan kawan-kawan di lapangan, kenaikan harga BBM ini sebenarnya bukti kegagalan pemerintahan Jokowi Ma’ruf, harga kebutuhan pokok di pasar sudah melambung tinggi, rakyat mau apa,” ucap Yunus. 

Didukung Warga Setempat

Aksi unjuk rasa mahasiswa HMI di jalan trans Sulawesi Kelurahan Sampoddo ini mendapat dukungan dari warga setempat.

Warga ikut turun bersama mahasiswa menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM bahkan. 

Menurut salah seorang warga Kelurahan Sampoddo, Martona mengatakan saatnya para anggota DPRD membantu mahasiswa dan rakyat untuk menolak kenaikan harga BBM.

“Sudah saatnya DPRD Palopo bergerak bersama membantu warga dan mahasiswa yang sedang demo saat ini, kami selaku ibu-ibu rumah tangga mendukung mahasiswa karena ini kami menerima dampak dari naiknya BBM , kalau BBM naik maka yang lain naik,” ujar Martona. 

Previous Post Next Post