Hasil Autopsi Tim Forensik Polda Sulsel Jenazah Tanpa Kepala di Luwu Menunggu 2 Bulan
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

PALOPO – Jenazah korban yang ditemukan tanpa kepala di Sungai Lamasi, Desa Ilan Batu Uru, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, jenazahnya diautopsi oleh tim forensik Polda Sulawesi Selatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading, Kota Palopo.

Tim Forensik Polda Sulawesi Selatan yang dipimpin Dokter Denny Mathius mengatakan berdasarkan surat permintaan autopsi dari Polres Luwu,  pihaknya telah melakukan proses autopsi terkait temuan jenazah beberapa hari yang lalu tanpa kepala.

“Kami melakukan proses autopsi kurang lebih 3 jam dan proses autopsi berjalan lancar , hal yang paling krusial adalah identifikasi sebagaimana yang kita ketahui bahwa korban ditemukan dalam kondisi tanpa kepala proses identifikasi sulit jadinya, namun ada beberapa cara yang tim forensik telah lakukan  semoga kedepan akan menjadi jawaban identitas dari orang atau korban ini,” kata Denny saat dikonfirmasi di RSUD Sawerigading, Sabtu (04/09/2022) sore.

Menurut Denny, autopsi ini selain pemeriksaan pada mayat, ada beberapa sampel telah diambil untuk mengungkap identitas korban.

“Beberapa sampel telah kami ambil untuk proses di laboratorium baik di patologi maupun di pemeriksaan DNA nanti kami akan rampungkan, waktunya sekitar 2 bulan,” ucap Denny.

Pantauan di lokasi RSUD Sawerigading terdapat warga asal Kabupaten Gowa yang diambil sampel DNA nya untuk dicocokkan kemungkinan ada kesamaan atau tidak, pasalnya warga tersebut beberapa pekan lalu melaporkan keluarganya yang hilang di wilayah penemuan jenazah tersebut yang merupkan pekerja Tower.

Sebelumnay diberitakan Warga Desa Ilan Batu Uru, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan menemukan jasad pria tanpa kepala di Sungai Lamasi.

Kondisi jasad yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan dalam kondisi membusuk, tanpa mengenakan pakaian dan dengan posisi miring di sela-sela batu bercampur ranting kayu.

Berdasarkan informasi bahwa jenazah ditemukan oleh AN (25) bersama IS (19) pada Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 11.30 Wita. Keduanya menuju ke Sungai Lamasi untuk memasang perangkap Biawak. Namun, saat berada di pinggir sungai, terlihat ada sosok manusia yang posisinya seperti sedang tidur dan tercium bau bangkai.

"Saya coba mendekat, eh ternyata jasad manusia. Dan saya sangat kaget waktu melihat bagian atas, kepanya sudah tidak ada. Sehingga saya teriak minta tolong," kata AN, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/9/2022).

Kapolsek Walenrang, Iptu Sliwadi mengatakan jasad tersebut dievakuasi anggota Polsek Walenrang bersama Babinsa 1403-07/Walenrang dan warga ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Sawerigading Palopo.

"Korban langsung dibawa ke RSUD Sawerigading untuk ditangani medis. Sampai saat ini kami belum tahu identitasnya dan apa motifnya," ucap Sliwadi.

Jenazah tanpa kepala tersebut diperiksa sejak Kamis (2/9/2022) sore hingga malam hari oleh tim medis RSUD Sawerigading dan Tim Inafis Polres Luwu serta bekerja sama dengan Tim Inafis Polres Palopo di kamar jenazah.

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jon Paerunan mengatakan pihaknya belum membeberkan dugaan penyebab kematian. Pihaknya masih melakukan serangkaian proses dan akan mengecek kembali lokasi penemuan jasad.

"Sebelum proses yang dilakukan rampung, kami belum bisa menyampaikan. Hal ini sudah ditangani awal oleh tim Inafis Polres Luwu dan anggota. Namun tetap membutuhkan tim kedokteran Forensik Polda Sulsel dan Direktorat Kriminal Umum (Krimun).

Hari ini kami akan ke lokasi tempat ditemukannya jenazah itu untuk lakukan olah tempat kejadian perkara," pungkasnya.

Previous Post Next Post