Luwu Timur Menanti Kedatangan Sandiaga Uno, Seperti ini Persiapannya
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

LUWU TIMUR - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menyatakan sudah siap menerima kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dan rombongannya yang dijadwalkan bulan Juli 2022.

Desa Matano sudah dipoles, dan semua jejak peradaban masa lampau yang pernah jaya di masanya sudah dipersiapkan.

”Jika ditotal sudah 88 persen persiapan itu sudah kita selesaikan.” Kata Hasratang, Kabid Pemasaran Pariwisata Luwu Timur, Selasa (05/07/2022 ) .

Menurut Hasratang, ada 7 kategori yang ditetapkan Kementerian yang harus dipersiapkan sebelum Sandiaga Salahuddin Uno datang ke Desa Matano . Yaitu, Home stay, Souvenir, Toilet Umum, Kelembagaan Pengelolaan Desa Wisata, Digital Konten kreatif , CHSE menyangkut kebersihan lingkungan dan penerapan protokol kesehatan dan daya tarik.

 “Alhamdulillah ini sudah kita persiapkan semua,” ucap Hasratang.

Lanjut Hasratang, sebelum Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Matano, yang duluan tiba ke Luwu Timur  adalah Tim kreatif dari Kementerian Pariwisata, mereka  bertugas untuk membuat video terkait Desa Matano menjadi paket wisata yang menarik untuk dipromosikan.

Setelah Tim Kreatif ini menyelesaikan tugasnya, kemudian Tim Juri lagi yang datang ke Desa Matano, mereka bertugas membuat penilaian sejauh mana persiapan dan daya tarik yang ditampilkan Desa Matano yang sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata.

Selesia tim Juri bekerja, barulah Menteri Pariwisata Sandiaga Salahuddin Uno datang ke Luwu Timur mengunjungi langsung Desa Matano. Dinas Pariwisata juga sudah mempersiapkan Raft yang akan digunakan Sandiaga menuju Desa Matano .

”Terkait Raft ini kita sudah bekerja sama dengan pihak ATS untuk memasang peredam suara mesin Raft, agar komunikasi dengan Pak Menteri tidak terganggu selama diatas Raft menuju Desa Matano.” Ujar Hasratang.

Sesuai karakter Desa Matano, maka yang akan kita tonjolkan adalah jejak peradaban masa lampau yang pernah jaya di zamannya. Seperti peradaban Besi tertua di dunia. Sudah dipersiapkan geleri yang isinya berbagai jenis artefak sejarah masa silam seperti, Parang, Tombak, Keris, Badik dan berbagai jenis tembikar, termasuk menyediakan dapur penempaan besi Matano yang sangat melegenda.

Semua artefak sejarah masa silam ini diangkat dari kedalaman 15-30 meter di dalam Danau Matano, ni menandakan pada masa silam ada kehidupan di dasar Matano sebelum tenggelam akibat naiknya air Danau Matano.

Desa Matano ini juga indentik dengan Danau Matano, olehnya itu keberadaan Danau Matano tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat di Desa Matano, sehingga ada beberapa titik di danau Matano akan menjadi titik pengambilan gambar yang menarik untuk memperkuat daya tarik Desa Matano sebagai Desa Wisata. selain itu sudah mempercantik sumur Bura-Bura, yang diyakini penduduk setempat sebagai sumber mata air danau Matano dan obyek wisata  Laa Waa River Park, obyek wisata pertemuan air Sungai dan air Danau Matano .

Dalam Kunjungan Sandiaga Salahuddin Uno ini, Dinas Pariwisata juga sudah mempersiapkan kain khas Matano yang disebut Rahampu Matano, corak kain ini di ambil dari corak yang ada di tembikar.

”Sekarang kita sisa menyusun rundown acara kedatangan Pak Menteri saja, semoga ini berjalan lancar,”  terang Hasratang. (OKSon/INT)

Previous Post Next Post