2023 BMS Luwu Beroperasi, Dibutuhkan Dukungan Pemda dan Masyarakat

2023 BMS Luwu Beroperasi, Dibutuhkan Dukungan Pemda dan Masyarakat

LUWU - PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang bergerak dibidang proyek smelter ferro nickel siap beroperasi 2023 mendatang.

Site Manager PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan,  Zulkarnain, bersama Legal PT.BMS,  Abdul Salam dan Andi Agung Kaddiraja, mengatakan Industri mineral masih belum menjadi industri yang dikelola secara nasional oleh Pemerintah Indonesia padahal potensi ekonomi dan tenaga kerja yang dimiliki sangat besar.

“Menyadari hal tersebut, Kalla kemudian mendirikan PT.Bumi Mineral Sulawesi sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional, PT BMS merupakan salah satu unit bisnis kami yang bergerak dibidang proyek smelter ferro nickel dengan kapasitas mencapai 33.000 MT, Smelter Nickel Sulfat Battery Grade dengan kapasitas mencapai 31.400 MT, dan production house dengan kapasitas 3x75 MW yang terletak di PLTA Malea, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan," kata Zulkarnain saat ditemui di di Room The Zoel Belopa, Kamis (16/6/2022).

Menurut Zulkarnain, PT.BMS saat ini pabrik berlokasi di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dengan menggunakan teknologi Electric Furnace (EF) yang menjadi teknologi terdepan dalam industi Smelter Nikel di Indonesia.

"Insya Allah, rencana proyek tahap pertama segera beroperasi Maret 2023, pada pabrik Ferro Nickel dan Pabrik Nickel Sulfate Battery Grade direncanakan beroperasi pada Mei 2024 mendatang, sesuai dengan dokumen lingkungan,  terkait penyerapan tenaga kerja sebanyak 70% untuk masyarakat lokal dan 30% untuk tenaga kerja dari luar daerah," ucap Zulkarnain.

Lanjut Zulkarnain, terkait dengan Izin Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), pihak perusahaan sudah klarifikasi.

"Masyarakat dan pemerintah daerah harus memahami, bahwa kami BMS di Luwu hanya mengelola bahan mentah dari cabang BMS yang di Tenggara, kami di Luwu bukan menambang hanya mengelola bahan mentah dari sana," ujar Zulkarnain.

"Miskomunikasi pemahaman ini yang menjadi salah satu kendala bagi kami dan Insya Allah akan kami klarifikasi serta sosialisasi bahwa keberadaan kami di Luwu untuk membangun daerah ini dan mengutamakan masyarakat lokal yang memiliki skiil serta SDM sesuai kebutuhan Perusahaan nantinya," tambah Zulkarnain.

"Untuk itu, kami pihak BMS besar harapan, saat BMS di Luwu beroperasi nantinya di 2023 dan 2024, 70% penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat Luwu bisa terpenuhi sesuai aturan perusahaan dan kami juga berharap supaya masyarakat bersama pemerintah daerah Kabupaten Luwu mendukung proses rencana kegiatan kami BMS supaya bisa berjalan lancar atas dukungan dari semua pihak demi membangun Kabupaten Luwu kedepan," harap Zulkarnain.

Previous Post Next Post