INSPIRASI TIMUR INDONESIA


PALOPO
- Nasib malang dialami seorang anak bernama Fadli (16), anak dari Ibu Hariani (45), warga Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menderita penyakit lumpuh layu hingga membuatnya kesulitan dalam beraktifitas layaknya anak-anak pada umumnya.

Hal itu dikarenakan sejak berusia enam bulan, dirinya sudah mengalami kelumpuhan sehingga hanya bisa terkulai lemah dan tak berdaya. Keterbatasan biaya keluarganya, membuat Fadli harus pasrah menerima kondisinya tersebut.

"Semenjak terkena mata tinggi umur 6 bulan, begini mi kasian kondisinya anakku," ucap Hariani, orang tua Fadli, Kamis (21/4/2022).

Ia mengatakan, awalnya kondisi anaknya sangatlah baik, namun saat terkena serangan mata tinggi belasan tahun yang lalu, Hariani kemudian membawa anaknya ke rumah sakit. Di rumah sakit, Fadli lalu diberikan suntikan hingga Hariani mengakui setelah mendapat suntikan anaknya malah menjadi lumpuh.

"Awalnya dia sehat sekali dan agak gemuk tapi setelah terkena mata tinggi, saya bawa ke rumah sakit untuk diperiksa, baru itu perawat dia suntik ki anak ku, saya kira akan sembuh ternyata malah jadi lumpuh begini," ungkap Hariani.

Fadli juga sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Sawerigading sejak beberapa tahun lalu, dan selang beberapa waktu, Hariani kemudian membawa anaknya tersebut ke Rumah Sakit Bintang Laut Kota Palopo, namun penyakit yang diderita anaknya itu tak kunjung sembuh.

"Dulu waktu masih di sekitar lapangan Gaspa itu rumah sakit saya bawa kesana, tapi tidak ada juga perubahan kemudian beberapa waktu kemarin saya jalan kaki pulang balik sambil gendong anak ku ke Rumah Sakit Bintang Laut tetap tidak ada perubahan," tutur Hariani.

Dalam kondisi Fadli yang sangat memprihatinkan ini, ia masih tetap bersikukuh menjalankan ibadah puasa, bahkan Hariani, sempat menyuruhnya untuk makan, tetapi Fadli malahan memperlihatkan bahasa isyarat kepada ibunya.

"Puasa kasian juga anak ku, belum ada yang bolong saya suruh makan tapi dia kasi bahasa isyarat saat tangannya menjulur keatas dan memperlihatkan wajah ketakutan, katanya 'marah Tuhan kalau tidak puasa,' begitu yang saya tangkap," imbuh Hariani.

Kini dirinya tak bisa berbuat banyak, gaji Hariani yang diterimanya hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya.

"Sekarang begini mi kasian, gaji ku yang Rp400.000 per bulan, syukur sekali mi untuk digunakan beli makanan," tuturnya.

Hingga kini dirinya dan dua orang anaknya memilih menetap di sebuah Mushallah Kantor Dinas Perikanan Kota Palopo sembari menunggu rumahnya usai direnovasi oleh salah satu yayasan yang belum diketahuinya berasal dari yayasan mana. (ZAD)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Inspirasitimur.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Inspirasi Timur News Update", caranya klik link https://t.me/inspirasitimurdotcom, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Previous Post Next Post