INSPIRASI TIMUR INDONESIA

 

LUWU UTARA - Kepala Puskesmas Sukamaju, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sontak mengamuk dan menyerang Ketua tim vaksin Covid-19 Sukamaju. 

Video Kepala Puskesmas Sukamaju yang mengamuk  tersebut sempat viral di media sosial, hal ini terjadi saat rapat dengar pendapat antara pegawai Puskesmas dan Kepala Puskesmas Sukamaju.

Kepala Puskesmas berusaha menyerang namun dilerai. Video yang berdurasi 26 detik itu memperlihatkan Kepala Puskesmas yang mengamuk dan dipegangi beberapa orang staf perempuan.

Diduga, dia mengamuk akibat koordinator imunisasi dan vaksinasi Puskesmas Sukamaju, Masita mempertanyakan teknis insentif tenaga medis dan SK. Dalam video itu juga memperlihatkan Tola menendang meja dan seolah ingin menyerang stafnya.

Diketahui Kepala Puskesmas Sukamaju adalah Tola, ia emosi menghadapi pegawainya saat mempertanyakan petunjuk mekanaisme terkait insentif vaksinator dan SK Tim  vaksinasi.

Kepala Puskesmas Sukamaju, Tola, membantah jika dirinya melakukan peyerangan terhadap pegawainya, namun ia mengakui bahwa saat rapat berlangsung dirinya emosi dan ingin meninggalkan rapat, tetapi temannya yang ikut rapat melarangnya agar tidak meninggalkan rapat.

“Karena saya yang pimpin rapat jadi teman-teman saya melarang saya untuk meninggalkan rapat,” kata Tola.

Kejadian ini mejadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Utara dan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang gabungan komisi pada Jumat (25/3/2022) kemarin.

Tenaga vaksinasi Masita yang hadir dalam RDP tersebut mengungkapkan bahwa sebelum terjadi penyerangan terhadap dirinya, ia dan tim vaksinator lainnya mengadakan rapat di Hotel Yuniar.

“Usai rapat di Hotel Yuniar, Kapus Sukamaju Tola kembali mengadakan pertemuan di Aula Puskesmas dengan keadaan emosi,” ucap Masita.

Masita melanjutkan, sebelumnya, Kapus menyampaikan kepada semua tim untuk menyampaikan semua unek-uneknya.

“Karena teman-teman vaksinator percayakan saya untuk menyampaikan unek-unek kami terkait insentif. Insentif tahun lalu (2021) sudah dibayarkan walau tidak sesuai dengan juknis yang ada karena memang itu menjadi sekepakatan awal,” ujar Masita.

Lanjut Masita untuk tahun 2022 teman-teman meminta insentif dibayarkan sesuai dengan juknis (SK Vaksinator) yakni 1juta 500 rupiah untuk dokter.

“Rp1,5 juta untuk dokter (satu orang), untuk vaksinasi satu Rp1juta untuk 5 orang dan anggota Rp750 ribu, setelah saya menanyakan hal tersebut dan masalah-masalah lainnya, Kepala Puskesmas yang sudah dalam keadaan emosi dan menganggap saya duduk kurang sopan sehingga membuat beliau tak dapat menahan amarahnya,” tutur Masita.

Sementara anggota DPRD Luwu Utara, Hamka mengatakan bahwa hasil rapat dengar pendapat masalah tersebut sudah dimediasi.

“Dari rapat kita simpulkan bahwa masalah ini merupakan masalah internal dan masalah penanganan insentif Covid-19,” jelas Hamka.

Setelah RDP digelar, pihak Kepala Puskesmas Sukamaju meminta maaf ke bawahannya atas kejadian tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Inspirasitimur.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Inspirasi Timur News Update", caranya klik link https://t.me/inspirasitimurdotcom, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Previous Post Next Post