Operasi Minyak Goreng di Islamic Centre Ditunda, Warga : Cari Minyak Goreng Sama Susahnya Cari Jodoh
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

 
PALOPO - Rencana Pemerintah Kota Palopo, Sulawesi Selatan melalui Dinas Perdagangan  untuk melaksanakan operasi pasar minyak goreng dengan harga sesuai  harga eceran tertinggi atau HET  di halaman Islamic Centre, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, ditunda Rabu (02/03/2022) siang.

Penundaan ini membuat warga kesal, pasalnya sejak pagi warga telah datang berduyun-duyun dengan membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Sertifikat Vaksin untuk mendapatkan minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi  namun dibatalkan.

Pantauan di lokasi, warga berupaya menyeruduk mobil logistik Satpol PP untuk mendapatkan minyak goreng justeru mobil tersebut meninggalkan warga karena ditunda.

Menurut warga, Saifullah (56) mengatakan dirinya kesal atas pembatalan tersebut padahal sejak pagi ia sudah datang dengan membawa persyaratan yang disyaratkan guna mendapatkan minyak goreng.

“Kenapa harus dibatalkan hari ini, kalau alasan seperti banyak warga yang datang dari luar Kota Palopo itu tidak masuk akal, kan tidak dikasi kalau tidak sesuai KK,” kata Saifullah.

Saifullah mengatakan jika alasan karena banyak warga, dirinya menyarankan agar dilakukan di setiap kecamatan atau kelurahan.

“Kalau bisa operasi pasar dilakukan di kelurahan biar pembagian merata dan tidak terlalu banyak berkerumun,” ucap Saifullah.

Hal yang sama dikeluhkan salah seorang ibu rumah tangg Rini (35) ia kesal setelah pemerintah menunda operasi minyak goreng padahal ia sudah menyiapkan bahan makan siang dengan menggunakan minyak goreng.

“Saya mengira hari ini akan dibagi, tapi ternyata ditunda, padahal saya sudah bikin persiapan dengan menu makan gorengan karena sudah sekian hari kami tak menikmati makanan gorengan,” ujar Rini.

“Kami kesal cari minyak goreng sama susahnya cari jodoh,” tambah Rini.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palopo, Nuryadin  mengatakan pihaknya menyediakan 2000 paket minyak goreng  dengan sasaran rumah tangga dengan maksimal 2 liter per rumah tangga  namun hal itu ditunda karena banyaknya warga yang datang dan berkerumun.

“Kami minta maaf kepada warga karena harus ditunda, kami sudah antisipasi melalui rapat para pihak namun karena banyak warga yang datang ternyata rencana operasi minyak goreng hari ini viral di media sosial sehingga banyak warga yang datang termasuk warga dari luar Kota Palopo,” tutur Nuryadin.

Nuryadin memaparkan bahwa dengan banyaknya warga yang datang, pihaknya akan menyalurkan di kelurahan.

“Jadi hari ini ditunda dan akan dialihkan ke kelurahan supaya terdistribusi baik karena memang minyak goreng saat ini terbatas, warga yang sudah ada kuponnya mohon disimpan dahulu karena kami akan mengatur tata caranya,” harap Nuryadin.

 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Inspirasitimur.com. Mari bergabung di akun resmi Fanpage Facebook Inspirasi Timur, dengan klik link https://bit.ly/3pgo7vY

Previous Post Next Post