Pasca Banjir Palopo, Petugas Gabungan Bantu Warga Bersihkan Sisa Material Lumpur

Pasca Banjir Palopo, Petugas Gabungan Bantu Warga Bersihkan Sisa Material Lumpur


PALOPO
- Banjir disertai lumpur menerjang Kota Palopo, Sulawesi Selatan, setelah diguyur hujan deras, pada Kamis malam (17/2/2022) hingga Jumat (18/2/2022) dini hari.

Banjir dipicu hujan lebat mengguyur Kota Palopo tersebut mengakibatkan Sungai Amassangan meluap hingga merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai hingga lebih satu meter.

Hingga Jumat pagi (18/2/2022), air dilaporkan sudah surut dan menyisakan material lumpur dari banjir semalam setebal 10 hingga 50 cm.

Menyikapi hal tersebut, secara gotong royong dilakukan pembersihan wilayah terdampak oleh Damkar, TNI/polri, Satpol-PP, PDAM, pemerintah Kelurahan, juga warga sekitar untuk membersihkan rumah warga maupun akses jalan dari material lumpur.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol-PP Kota Palopo, Idam Haliq, mengatakan bahwa pihaknya terjun langsung membersihkan sisa material lumpur dirumah warga dan fasilitas umum. 

"Tadi kita membantu membersihkan rumah warga, masjid dan badan jalan yang terdapat material lumpur bersama instansi terkait, kata Idam, saat dikonfirmasi, Jumat (18/2/2022). 

Sementara itu, Riswan (38), salah seorang warga Kecamatan Wara yang terdampak akibat banjir menuturkan bahwa dirinya merasa sedih karena sudah berkali-kali terjadi banjir. 


"Merasa sedih karena sudah berkali-kali banjir dan sudah 7 kali terjadi," ungkap Riswan kepada awak media.

Olehnya, dirinya berharap agar pemerintah daerah memperhatikan kondisi wilayah yang kerap dilanda banjir.

"Kita berharap kepada pemerintah memperhatikan wilayah dilanda banjir, utamanya jalan belimbing dan kami harap ada pengerukan sungai serta tambahan tanggul kemudian pintu air yang sangat kami harapkan," harap Riswan.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa peristiwa banjir memberikan dampak pada aktifitas warga.

"Sangat mengganggu, karena kalau terjadi banjir kita tinggal dirumah untuk membersihkan, jadi tidak keluar lagi berkantor dan menghambat aktifitas lainnya," ujar Riswan.

Sebelumnya diberitakan bahwa kejadian banjir yang melanda Kota Palopo mencapai 1 meter lebih, sejumlah warga terpaksa dievakuasi, seperti bayi 4 bulan dan lansia.

Previous Post Next Post