Cerita Sudirman, Kerabat Imam Masjid Nurul Ikhwan yang Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Luwu
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

LUWU – Penganiayaan yang berujung pada meninggalnya imam masjid Nurul Ikhwan, Kelurahan  Senga, Kecamatan  Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Yusuf Katubi (70) meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat dan jamaah.

Sudirman, salah seorang sahabat Yusuf Katubi yang juga pertama kali menemukan korban dalam kondisi kritis di teras masjid Nurul Ikhwan mengatakan diirnya kaget melihat korban tergeletak berlumuran darah di teras masjid lalu menghampirinya untuk memberi pertolongan.

“"Awalnya saya tidak kenal, karena wajahnya sudah benjol dan berlumuran darah, saya sempat tanya, tapi dia hanya menjawab dengan isyarat tangan, sudah tidak bisa bicara," kata Sudirman, Selasa (04/01/2022).

Setelah mengetahui korban adalah imam masjid, ia kemudian bergegas mencari bantuan dan mendatangi rumah korban yang tak jauh dari Masjid, lalu berteriak minta tolong.

"Warga dan keluarga korban kaget saat saya menyampaikan peristiwa itu. Kami kemudian beramai-ramai datang ke masjid lalu menghubungi ambulans,  korban kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulance, akibat luka serius yang dialami korban, nyawanya tidak tertolong. Pukul 08.00 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia,” ucap Sudirman.

Sudirman mengungkapkan selama hidup almarhum Yusuf Katubi, memiliki kepribadian yang baik, hubungan silaturrahminya sangat ia jaga, yang utama tidak pernah meninggalkan salat lima waktu berjamaah, bahkan jika ada undangan aqiqah atau pesta pernikahan, almarhum Yusuf tidak akan hadir jika di lokasi undangan tidak ada masjid yang dekat.

"Seperti itu, almarhum tidak akan hadir kalau di tempat undangan tidak ada masjid dekat. Almarhum sangat menjaga salat berjamaahnya," ujar Sudirman.

Sudirman merasa terpukul dengan hilangnya sosok orang tua yang menjadi imam, sering berbagi.

“Almarhum juga tidak pernah berselisih paham dengan jamaah, ia menginginkan masjid ini dibangun dengan baik, almarhum berpulang dihari yang baik, meninggalnya juga Insya Allah Syahid karena dalam perjalanan menuju masjid, mempersiapkan salat subuh, husnul khotimah," tutur Sudirman.

Sebelumnya diberitakan Iman Masjid Nurul Ikhwan, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (31/12/2021) dini hari diserang oleh orang tak dikenal OTK).

Imam masjid tersebut bernama Yusuf Katubi. Dia dianiaya dalam masjid hingga meninggal dunia saat hendak shalat Subuh.

Informasi yang dihimpun, imam masjid tersebut dianiaya dengan cara dipukuli bagian kepala dan wajah hingga terluka saat hendak membuka pintu masjid menjelang shalat Subuh.

Berkat kamera pemantau (CCTV) di Masjid Nurul Ikhwan, terduga pelaku yang menganiaya imam Masjid, Yusuf  Katubi, hingga meninggal dunia berhasil diamankan polisi.

Terduga pelaku adalah AP (22) ditangkap di rumah keluarganya di salah satu perumahan Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu.

Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto mengatakan setelah menerima laporan pada pukul 04.45 Wita, tim langsung bergerak mencari petunjuk untuk menemukan pelaku dan terdapat alat yang dipakai untuk melukai korban.

“Ditemukan CCTV dari Masjid Nurul Ikhwan, jelas tergambar pelaku kemudian dikembangkan di lokasi kejadian dan terdapat alat yang melukai untuk melakukan penganiayaan, setelah dikembangkan sekitar pukul 11.00 Wita terduga pelaku berhasil diamankan dan saat ini sedang diproses untuk pendalaman,” kata Fajar, saat dikonfirmasi di Mapolres Luwu, Jumat (31/12/2021) sore.

Previous Post Next Post