Hadirkan Narasumber dari BNNP Sulsel, BNK Lutim Gelar Bimtek dan Sosialisasi Pembentukan TP4GN
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


LUWU TIMUR
- Guna mewujudkan wilayah Kabupaten Luwu Timur bebas dari peredaran Narkoba, maka Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Luwu Timur menggelar Sosialisasi Pembentukan Tim Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (TP4GN) yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengurus BNK Lutim.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 21-22 Oktober 2021 di Aula Wisma Golden House, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili tersebut, dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lutim, Dohri As’ari mewakili Bupati Luwu Timur, didampingi Wakapolres Lutim yang diwakili oleh Kabag OPS Polres Lutim, AKP. Abdul Adnan, SH. dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Sudaryanto.

Asisten Pemerintahan Dohri As’ari dalam sambutannya mengatakan, upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika (P4GN) yang dilakukan sejak dini sangatlah penting, tentunya peran orang tua, keluarga dan juga peran peserta yang hadir saat ini sangatlah besar bagi pencegahan penanggulangan terhadap narkoba.

“Pemuda harus ditempatkan di garda terdepan dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Saya bersyukur, BNK Lutim ini didominasi para pemuda sebagai penggeraknya. dan semoga dengan adanya kegiatan Bimtek ini, selain bisa menambah pengetahuan tapi peserta bisa menyampaikan kembali kepada teman, rekan ditempat masing-masing,” ujarnya dalam sambutan Bupati Lutim.

Dohri menuturkan, berdasarkan data BNK Lutim, jumlah kasus Narkoba tahun 2020 lalu tercatat 37 kasus, dan hingga Oktober tahun ini tercatat sudah 33 kasus. 


“Masalah pencegahan penyalahgunaan narkoba bukanlah menjadi tugas BNN atau aparat hukum saja, namun sudah menjadi tugas kita bersama termasuk generasi muda didalamnya,” jelas Dohri.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum BNK Lutim tersebut juga mengutarakan harapannya agar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Luwu Timur segera terbentuk agar tindakan-tindakan penangkapan terhadap penyalahgunaan narkotika bisa dilakukan, karena jika masih berstatus BNK maka tidak akan bisa melakukan hal tersebut, namun hanya sebatas memfasilitasi saja untuk dilakukan pembinaan karena yang bisa menangkap itu bagiannya Polisi.

Terakhir, Dohri juga menuturkan bahwa pihaknya mempunyai kegiatan yakni melakukan skrining terhadap ASN lingkup Pemkab Lutim.

“Kami sudah membeli alat tesnya untuk melakukan skrining, tinggal kami akan membicarakan teknisnya karena kami butuh backup dari BNNP agar kegiatan ini bisa terlaksana,” Tandas Dohri As’ari.

Bimtek dan sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari BNNP Sulsel diantaranya ; Rudiastono (Koordinator Bidang Rehabilitasi), Nurdiana F. Nahdalipa (Plt. Koordinastor Seksi Pasca Rehabilitasi), dan Bambang Wahyudin (Koordinator Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi), sementara dari Konselor Adiksi yakni Gusti Rahayu Suroto dan Hariyadi, adapun pesertanya ialah para pengurus BNK Lutim dan Pegiat Narkotika di Luwu timur. (ikp)

Previous Post Next Post