OPINI : Metode ATM Menjadi Strategi Wirausaha untuk Masyarakat

SPACE PANJANG

 




 

Oleh: Ilham

Perkembangan makin hari makin cepat perputaran waktu siang dan malam yang membuat manusia melewati hari-hari dengan begitu cepat. Begitu banyak tantang yang menghampiri hingga membuat para pelaku usaha sedikit minim pendapatan karena begitu maraknya produk baru yang menggeser produk lama. Terlebih lagi kebutuhan yang semakin hari melonjak sehingga meraup keuntungan lebih untuk pelaku usaha. Sebelum adanya pandemi usaha disetiap sektor berjalan dengan baik, walaupun mempunyai kendala tetapi tidak separah saat ini. Sebelumnya usaha yang dirintis setiap daerah  hampir sama hanya saja metode dan strategi pemasaran yang berbeda dalam  meningkatkan kualitas sehingga ada nilai tambah untuk membuat konsumen tertarik dan pada akhirnya harus menurun drastis  

Terlebih lagi  Covid-19 ini mengakibatkan terganggunya hampir semua industri bisnis dari berbagi sektor, kecuali bidang kesehatan, dan merubah perilaku masyarakat dunia di semua kalangan. Banyak pembisnis yang beralih dari bisnis besar menjadi bisnis kecil-kecilan karena konsumen yang makin berkurang. Ini menjadi tantangan yang sangat berat untuk ke depan.

Keadaan saat ini juga memunculkan peluang dan harapan, yakni seperti yang dikatakan oleh Honorary Founder of IMA Hermawan Kartajaya, tidak semua sektor bisnis pun anjlok.

sektor-sektor relevan yang justru bisnisnya membaik. Sebut saja sektor medis dan kesehatan, perdagangan online atau e-commerce, sampai fast moving consumer goods (FMGC) seperti obat-obatan, barang elektronik, produk makanan dan minuman kemasan.

Apalagi produk FMCG yang sangat kuat di offline kini harus beralih distribusinya secara daring. Beberapa produk mulai beradaptasi dengan penjualan via e-commerce, yang ternyata lonjakannya signifikan.

Di tengah berkecamuknya kehidupan masyarakat karena merebaknya virus corona, membuat setiap orang hidup dalam ketidakpastian (uncertainty) global, oleh karena itu kita harus memiliki kemampuan untuk berinovasi dengan menciptakan ide bisnis yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Kebanyakan orang belum mampu melihat peluang-peluang yang ada untuk berwirausaha karena belum adanya pengalaman atau takut untuk terjun ke dunia bisnis. Sehingga keterpurukan terjadi dimasa pandemi ini. Padahal banyak cara atau strategi untuk membuat usaha. Sebagaimana kondisi saat ini sebagian masyarakat yang statusnya ekonomi bawah harus terdorong untuk terjun kedunia wirausaha demi mempertahankan hidup.  

Sebagaimana salah satu pengusaha sukses Indonesia Sandiaga Uno mengatakan: “Whenever There is Danger, There is Opportunity” yang artinya “Disetiap ada Bahaya disitu ada Peluang”.

Dimana peluang usaha yang bermunculan itu dapat dimaksimalkan masyarakat dengan menggunakan metode ATM (Amati Tiru Modifikasi). Metode ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi bisnis untuk senantiasa menciptakan produk atau strategi yang segar, kreatif, unik dan berdaya saing.

Metode ini terdiri dari tiga tahapan, yakni proses mengamati (pesaing, media massa, atau apa saja), proses meniru, lalu proses memodifikasi.

1 Metode ini berangkat dari kenyataan bahwa tidak ada lagi ide yang benar-benar 100% asli. Semuanya adalah olahan dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.

2 Walaupun mulanya populer di dunia bisnis dan kreatif, metode ini juga merambah ke banyak hal lain seperti penelitian, kepenulisan, dll.Perbedaan metode ATm ini dengan plagiarisme adalah adanya modifikasi atau inovasi, sehingga bukan merupakan tindakan ilegal karena didasari hasil kretifitas.

Untuk mengubah objek yang hendak ditiru menjadi sesuatu yang lebih unik dan tentunya tidak melanggar hukum dan kode etik kewirausahaan.

Contoh ide kreatif, yaitu usaha keripik dimana cemilan kekinian ini sangat melonjak dalam kehidupan masyarakat karena kita ketahui selain gurih dan nikmat proses pengolahannya tidak serumit dengan usaha-usaha lain, bahan-bahan yang digunakan simpel dan banyak di lingkungan kita karena alam sudah menyiapkan itu semua tinggal bagaimana kreatifnya Masyarakat bisa melihat peluang itu dengan menerapkan metode ATM.  Karena cara pengolahannya sudah ada tinggal cara kreatif yang harus dipermantap dan peluang yang sudah ada harus ditanggapi masyarakat dengan niat dan pergerakan serta pemerintah setempat sebagai penguatnya.

Menurut catatan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).  jumlah pengusaha di Indonesia meningkat dari yang sebelumnya hanya sebesar 1,67% menjadi 3,10% dari total jumlah pendudukan Indonesia yang saat ini sebanyak 225 juta jiwa.

Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Rasio wirausaha kita berdasarkan data BPS, jumlah wirausaha BPS meningkat 3,10 persen. Sebelumnya 1,67 persen dari 225 juta penduduk.

Melihat kondisi rasio tersebut menjadi kebanggan untuk negara kita sendiri akan tetapi kekurangan itu tetap ada dan kita belum puas karena jumlah pengusaha atau wirausaha Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga yang lebih jauh unggul. pengusaha di Malaysia yang jumlahnya sebesar 6% dari total penduduknya. Rasio wirausaha di bawah negara tetangga kita. Singapura 7 persen, Malaysia 6 persen, Thailand 5 persen.

Begitu banyak pelaku usaha yang berhasil mampu menjadi inspirasi atau dorongan kepada masyarakat agar   dapat memulai dan  mengembangkan usahanya demi kemajuan dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat mengurangi angka pengangguran, kejahatan serta mampu menerobos untuk meningkatkan jumlah pengusaha yang ada di Indonesia sehingga ketertinggalan dari negara-negara tetangga itu terkejar.

Sabtu 14 Agustus 2021 | 17:15  

Previous Post Next Post