Cerita Muksin Selamat dari Perahu Terbalik di Sungai Rongkong

SPACE PANJANG

 




LUWU UTARA - Perahu rakit penyeberangan  yang mengangkut 21 orang  di Desa Beringin Jaya,  Kecamatan Baebunta  Selatan, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Selasa  (17/8/2021) lalu  menghantam tiang jembatan saat sungai rongkong meluap.

Dari 21 orang hanyut,  19 dinyatakan selamat dan 2 orang dinyatakan hilang, dari 2 orang yang hilang 1 orang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, 1 orang masih dalam pencarian tim SAR Gabungan Basarnas.

Salah satu dari warga yang selamat yakni  Muksin (68) mengatakan saat perahu penyeberangan sedang menyeberangi Sungai Rongkong,  perahu tidak mampu menyeberangi arus  sehingga menghantam tiang jembatan hingga perahu ambruk dan terbawa arus, para penumpangpun panik dan masing-masing menyelamatkan diri di tengah derasnya arus.

“Sebenarnya kalau hari-hari biasa tidak apa lewat di situ, karena ini banjir sehingga pincara itu tidak sanggup untuk melawan arus sehingga terhempas di tiang jembatan dan terbalik,” kata Muksin.

Lanjut Muksin saat itupula penumpang terhambur termasuk dirinya dan berupaya tetap memegang serpihan perahu.

“Saya pegang perahu bersama anak-anak dan beberapa penumpang lainnya, jadi saya tidak lepas papan perahu, kalau papan perahu tenggelam kadang saya ikut tenggelam tapi saya tetap pegang papan perahu, namun karena arus deras kami terpisah satu sama lain,” ucap Muksin.

Muksin mengatakan jarak antara lokasi awal kejadian dengan tempatnya selamat terbawa arus sekitar lebih 1 kilometer.

“Lebih dari 1 kilometer kami terhempas arus, beruntung ada perahu motor (Katinting) milik warga yang datang menolong dan mengevakuasi kami kembali,” ujar Muksin.

Menurut Muksin saat terhempas 2 keluarganya yakni Manasia (50) dan Fivo (10) tak sempat tertolong.

“Keduanya terus terbawa arus dan tak terlihat, apalagi saat itu saya memakai sepatu laras jadi tidak bisa berenang dan air sungai debitnya naik, sementara disitu memang berbahaya karena ada kawat sling jembatan dan besi tergantung sisa-sisa jembatan runtuh, sehingga menyulitkan kami,” tutur Muksin.

Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 1 orang yang hilang yakni Fivo anak berusia 10 tahun.

Sebelumnya pada Kamis (19/8/2021) sore Tim SAR gabungan Basarnas menemukan Manasia (50) dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke rumahnya untuk dimakamkan.

Komandan Pos Basarnas Palopo, Maickel Marth Femy mengatakan  hari ini tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, Tagana dan Potensi SAR lainnya bersama warga setempat masih melakukan pencarian terhadap 1 orang korban bernama Fivo.

“Pencarian dibagi beberapa tim, ada yang menyisir lewat darat atau pinggiran sungai dan ada yang menyisir dengan menggunakan perahu karet. dalam melakukan pencarian, selain menyisir diatas air, juga mencari di sela-sela tumpukan kayu yang tersangkut saat banjir, namun sampai sore ini korban belum ditemukan,” jelas Maickel.

Sebelumnya diberitakan Sebelumnya diberitakan Perahu rakit penyeberangan yang mengangkut 21 orang di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menghantam tiang jembatan.

Akibat kejadian ini perahu rakit rusak dan 21 warga terseret arus. Dari 21 warga tersebut, 19 orang korban dinyatakan selamat sementara dua orang dalam pencarian.

Kepala Desa Beringin Jaya, Asrianto mengatakan, rombongan warga tersebut menyeberang untuk menghadiri sebuah acara keluarga. Namun, saat sedang menyeberang di tengah derasnya arus, perahu hilang kendali dan menghantam tiang jembatan.

“Kejadiannya pukul 09.00 Wita pagi tadi, warga asal Dusun Melati akan menghadiri acara keluarganya, namun saat perahu rakit sedang di tengah tiba-tiba oleng karena hilang kendali akibat derasnya arus sehingga perahu terseret ke tepi dan menghantam tiang jembatan yang mengakibatkan perahu rusak, dan para penumpang ikut terseret arus,” kata Asrianto saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa (17/8/2021) petang.

Menurut Asrianto, kejadian ini diperparah dengan kondisi air Sungai Rongkong yang meluap akibat hujan deras di hulu sungai sehingga terjadi arus deras. “Memang kondisi arus sangat deras, karena memang sejak semalam terjadi banjir setelah diguyur hujan deras,” ucap Asrianto.

Previous Post Next Post