Inspirasi Timur

 


POSO – Puluhan warga Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI  Joko Widodo (Jokowi) di gedung DPRD Poso. 

Penyampaian surat terbuka tersebut disampaikan oleh warga yang tergabung dalam perwakilan masyarakat Kampai Tampo Lore.

Penyampaian surat terbuka tersebut sebagi bentuk kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri terkait pelaksanaan operasi penuntasan teroris jaringan Ali Kalora Cs yang masih terus meneror dan membantai warga sipil.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Poso Sesi KD Mapeda bersama sejumlah anggota DPRD lainnya yang juga ikut menggunakan ikat pita merah putih di kepala sebagai simbol belasungkawa atas tewasnya empat orang warga Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Selasa(11/5/2021).

Ketua perwakilan warga Lore Sahir Sampeali di hadapan anggota DPRD Poso saat membacakan surat terbuka, meminta agar Jokowi segera turun tangan untuk hadir di Poso sehingga penuntasan sisa kelompok teroris pimpinan Ali Kalora yang berjumlah sembilan orang segera berakhir.

Menurut Sahir, selama kurun waktu 22 tahun, pelaksanaan operasi kelompok Mujahidin Indonesia Timur( MIT) di Poso oleh Polri justru tidak memberikan rasa aman terhadap warga, khususnya petani. Malah korban dari warga sipil semakin bertambah sehingga jaminan keamanan warga jauh dari harapan.

"Jadi ada lima poin isi tuntutan surat terbuka tersebut antara lain meminta presiden untuk hadir di tanah Poso sebagai konsekuensi perlindungan warga Poso, meminta presiden sebagai panglima tertinggiuntuk segera menuntaskan masalah keamanan, dan meminta presiden untuk memberikan jaminan sosial dan santunan duka kepada para keluarga korban tragedi kemanusiaan oleh teroris di Poso,"ucap Sahir.

Ketua DPRD Poso Sesi KD Mapeda berjanji akan menindaklanjuti dan meneruskan surat terbuka tersebut kepada Jokowi. Dia berharap dengan adanya surat tersebut, penuntasan kelompok Ali Kalora di Poso segera selesai.

Menurutnya, yang disuarakan warga mempunyai landasan kuat, mengingat berlarut-larutnya pelaksanaan operasi teroris di Poso.

"DPRD Poso merespons dan menerima apirasi ini, dan secepatnya surat terbuka warga Poso untuk presiden akan saya tindak lanjuti secepatnya. Apa yang menimpa saudara kita di Desa Kalemago baru-baru ini merupakan duka buat semua warga Poso," ujar Sesi.

Previous Post Next Post