Inspirasi Timur

 




LUWU - Angin puting beliung porak-porandakan rumah warga di Tiga Desa, di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Senin (15/02/2021) kemarin pukul 13.50 Wita.

Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin Alwi mengatakan bahwa akibat bencana puting beliung merusak 90 unit rumah warga tersebar di 3 desa yakni desa Salu Pao, Desa Bulu Londong dan Desa To Lemo.

“Rumah warga yang rusak terbanyak di Desa Salupao 78 rumah terdampak, 28 unit kondisi rusak berat, 50 Rusak Ringan dan satu rumah ibadah. Sementara di Desa Bululondong 1 unit rumah kondisi rusak berat, 9 unit dalam kondisi rusak sedang dan Desa To Lemo terdapat 2 unit rumah terdampak dalam kondisi Rusak Ringan,” kata Aminuddin, Selasa (16/02/2021).

Aminuddin menambahkan bahwa selain rumah rusak juga terdapat korban meninggal dunia, luka-luka dan 250 jiwa yang mengungsi di sekolah, rumah ibadah, dan rumah tetangga atau kerabat.

“Satu orang meninggal dunia, Korban luka yakni di Desa Salu Pao 2 orang luka berat di evakuasi ke Puskesmas walenrang, 3 orang dalam keadaan luka ringan dan di Desa To Lemo 2 orang luka ringan. sementara kerugian ditaksir Rp 1,560 Miliar,” ucap Aminuddin.

Sementara itu, Kepala Desa Salu Pao, Marten Garanta mengungkapkan bahwa hari pertama pihaknya melakukan assemen di Desa, dimana awalnya ada 66 unit rumah namun setelah data rampung siang tadi kini mencapai 78 unit rumah.

“78 unit rumah rusak ini pemiliknya sudah tertangani dengan membagikan bahan pokok bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Luwu dan sejumlah relawan. Dan hari sudah didirikan tenda pengungsi dan dapur umum sebanyak 2 unit untuk membantu korban puting beliung,” ungkapnya.  

Akibat puting beliung, di Desa Salupao kini telah dibersihkan oleh petugas dari TNI Kodim 1403 Sawerigading dengan menurunkan alat berat dan mesin pemotong kayu selain itu juga membantu warga mendirikan tenda darurat.

“Banyaknya pohon tumbang yang menimpa rumah warga membuat petugas terkendala dengan minimnya peralatan di lokasi seperti alat berat dan mesin pemotong kayu. Untuk sementara dari BPBD sudah mengusahakan alat pemotong atau Chainsaw karena mereka memiliki alat tersebut untuk diturunkan, sambil petugas membersihkan pohon yang menimpa rumah warga,” tutur Kapt Inf Agus Purwono, Danramil 1403/07 Walenrang.

Post a Comment

Previous Post Next Post